Darilaut – Belum pulih dari Topan Kajiki yang menewaskan 7 orang dan meluluhlantakkan rumah-rumah dan bangunan lainnya, kini badai Kembali mengincar Vietnam.
Siklon tropis ini berada di Laut Cina Selatan dan saat ini terletak 720 km di timur Da Nang, Vietnam.
Berdasarkan lintasan Zoom.earth, sistem ini diperkirakan akan menguat menjadi badai tropis, pada Jumat (29/8).
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan sistem ini telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 13 km per jam (7 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3 meter (10 kaki), kata JTWC.
JTWC memperkirakan intensitas puncak siklon tropis akan tetap berada di kisaran 75–85 km per jam (40–45 knot).
Setelah mendarat di Vietnam, sistem akan melemah dengan cepat dan menghilang dalam 3 hari.
Menurut Observatorium Hong Kong (HKO), siklon tropis yang terletak di Laut Cina Selatan bagian utara-tengah akan terus berkembang dan bergerak menuju perairan selatan Pulau Hainan, Cina.
Kehancuran Akibat Topan Kajiki
Melansir vietnamnews.vn, daerah-daerah yang terdampak Topan Kajiki berupaya untuk mengatasi dampak badai yang menewaskan tujuh orang, satu orang hilang, dan 34 orang luka-luka.
Topan tersebut juga menyebabkan rumah-rumah runtuh dan merusak banyak jalan, irigasi, saluran listrik, dan jaringan telekomunikasi, melumpuhkan transportasi, memutus aliran listrik ke hampir 1,6 juta pelanggan, dan mengganggu komunikasi di beberapa provinsi.




