Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tropis Peipah Mendarat di Jepang

redaksi
5 September 2025
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Peipah Mendarat di Jepang

Lintasan Badai tropis (Tropical Storm) Peipah saat mendarat di Pulau Shikoku Jepang, Jumat (5/9). GAMBAR: JMA/ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis (Tropical Storm) Peipah telah mendarat di Pulau Shikoku, Jepang, pada Jumat (5/9) dini hari. Saat ini, di Jumat pagi, Peipah telah mendekati Pulau Honshu untuk pendaratan selanjutnya.

Trek jalur lintasan  Zoom.earth dan Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Jumat pagi, menunjukkan inti (pusat) badai  mendarat dua kali Pulau Shikoku.

Menurut JMA, pada Jumat pukul 08.00 waktu setempat, sistem ini mengarah ke timut-timur laut dengan 35 km per jam atau 19 knot.

Tekanan udara pada pusatnya 1000 hPa (hektopaskal).

Peipah topan Jepang nomor 15, mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di selatan 390 km (210 NM) dan utara 165 km (90 NM), kata JMA.

Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Peipah terletak 148 km di tenggara Iwakuni, Jepang, dan telah bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 6,1 meter (20 kaki).

Analisis JTWC, selama 12 jam ke depan, Peipah akan kesulitan untuk menguat karena sistem ini secara berkala berinteraksi dengan topografi dan geseran angin sedang hingga tinggi di sepanjang pantai selatan Jepang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badai Tropis PeipahBadan Meteorologi JepangJepangJTWC
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Badai Peipah Melintasi Jepang dan Diperkirakan Mendarat di Shikoku dan Honshu

Next Post

Hari Udara Bersih: Setiap Tarikan Napas Sangat Berharga

Postingan Terkait

Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

1 Mei 2026
Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

1 Mei 2026

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Next Post
Hari Udara Bersih: Setiap Tarikan Napas Sangat Berharga

Hari Udara Bersih: Setiap Tarikan Napas Sangat Berharga

TERBARU

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak Kapal Perikanan Melakukan Pelanggaran

1.984 Calon Mahasiswa Lolos SNBP 2026 di UNG

Bibit Siklon Tropis 91S Berkembang di Selatan Barat Daya Jakarta

Terinspirasi Benteng Otanaha, Ini Maskot Pilkada Kota Gorontalo yang Disebut ‘Si Beno’

Gempa Bolmong Timur Merusak Belasan Rumah

Bersih Pantai dan Laut di Kuta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.