Darilaut – Operasional penerbangan di delapan bandar udara (bandara) yang sebelumnya terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berjalan secara normal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan setelah kembali dibuka pada Selasa (8/9).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa (8/9) dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini.
”Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Rabu (9/9).
Bandar udara yang dimaksud meliputi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Banten, Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandar Udara Husein Sastranegara Jawa Barat, Bandar Udara Budiarto Curug Banten, Bandar Udara Pondok Cabe Banten, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung, Bandar Udara Raden Inten II Lampung, Bandar Udara Atung Bungsu Sumatera Selatan.
Menhub Dudy menyatakan meskipun operasional penerbangan telah berjalan normal, Kemenhub terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi yang dapat berdampak pada keselamatan dan kelancaran penerbangan.



