Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Banten, terus berlangsung setelah dibuka kembali.
Pada 8 September 2026 tercatat 875 penerbangan, terdiri atas 436 penerbangan keberangkatan dan 439 penerbangan kedatangan, baik penerbangan domestik maupun internasional.
Pada 9 September 2026, dijadwalkan ada 966 penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan estimasi 131.495 penumpang, terdiri atas 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.
“Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan,” kata Menhub.
Kementerian Perhubungan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan.
Berdasarkan informasi PVMBG, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dan saat ini berada pada Status Level III (Siaga).



