Darilaut – Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan dan memasang perangkat deteksi kondisi perairan secara berkelanjutan.
Alat deteksi kualitas air dan deteksi objek ini dipasang di zona interaksi hiu paus di kawasan perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (23/9).
Perangkat yang dipasang dirancang untuk menghasilkan data berbentuk time series dan akan merekam berbagai perubahan lingkungan laut dan aktivitas yang terdeteksi di kawasan perairan Botubarani.
Data yang dihasilkan dapat menjadi fondasi penelitian dalam memahami dinamika ekosistem perairan sekaligus aktivitas wisata bahari.
Pemasangan alat deteksi ini sebagai bagian dari kegiatan riset yang didanai melalui skema skema pendanaan Riset dan Inovasi Indonesia Merah Putih (RIIM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) multiyears, dengan mitra Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango.
Penelitian multiyears ini diketuai oleh Dr. Rosbin Pakaya dari Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, dengan anggota tim dari rumpun teknologi Fakultas Teknik, yaitu Dr. Moh. Hidayat Koniyo dari Program Studi Sistem Informasi, Fuad Pontoiyo, M.Eng dari Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET), serta Nur Oktavin Idris, M.Eng dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL).




