Darilaut – UNICEF (United Nations Children’s Fund) memperingatkan El Niño berpotensi memperburuk kondisi anak-anak dan keluarga yang telah menghadapi dampak bencana iklim, konflik, dan kesulitan ekonomi
Menurut UNICEF sekitar 190 juta anak di Asia dan Pasifik tinggal di wilayah yang diperkirakan akan mengalami kondisi curah hujan yang jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya akibat El Niño selama periode Oktober hingga Desember 2026.
Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kawasan lain di dunia.
El Niño 2026–2027 diperkirakan akan menjadi salah satu yang terkuat sepanjang sejarah pencatatan. Perubahan pola curah hujan diperkirakan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekeringan parah, banjir, dan berbagai peristiwa cuaca ekstrem lainnya.
Kondisi ini mengancam kesehatan, gizi, pendidikan, dan perlindungan anak, serta akses mereka terhadap air bersih, sanitasi, dan layanan kebersihan yang layak.
“Bagi jutaan anak di Asia dan Pasifik, El Niño berisiko menjadi krisis tambahan di tengah berbagai tekanan yang telah memengaruhi kehidupan mereka,” ujar Sanjay Wijesekera, Direktur Regional UNICEF untuk Asia dan Pasifik.
“Banyak anak dan keluarga saat ini masih berjuang menghadapi dampak bencana iklim, konflik, pengungsian, dan kesulitan ekonomi. El Niño dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan, gizi, pendidikan, dan keselamatan mereka.”



