Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian III Oktober 2026.
Untuk dasarian III Oktober 2026 kekeringan meteorologis kategori Awas berada di Kabupaten Boalemo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato dan Kota Gorontalo.
Sementara Kabupaten Gorontalo Utara kategori Waspada kekeringan meteorologis.
Dalam buletin Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Vol. 5 No. 5 September 2024 yang ditulis Setyo Aji Pramono dan Pungky Saiful Akbar, menyebutkan kekeringan adalah bencana alam yang terjadi ketika jumlah air di suatu daerah sangat terbatas. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti curah hujan yang rendah, penggunaan air yang berlebihan, dan lain sebagainya.
Kekeringan diartikan sebagai kondisi sebuah wilayah mengalami kekurangan air yang signifikan untuk periode waktu yang relatif lama.
Kekeringan meteorologis terjadi ketika pola cuaca mengakibatkan penurunan signifikan dalam jumlah hujan, yang mempengaruhi ketersediaan air di suatu wilayah.
Dengan kata lain, indeks ini membantu memantau fluktuasi cuaca dan mendeteksi kekeringan berdasarkan data curah hujan.
Rainfall Anomaly Index (RAI) merujuk pada indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kekeringan meteorologis karena menggunakan data curah hujan sebagai unsur utama. Ketika nilai RAI menunjukkan kekurangan hujan yang signifikan, langkah-langkah pencegahan bisa diambil lebih awal untuk meminimalkan dampak yang timbul akibat kekeringan.



