Dewi mengatakan tujuan pembuatan sampo kertas tanpa bilas tersebut tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam yang berlimpah, tetapi juga mengurangi secara signifikan limbah air yang sering terbuang dalam proses pembilasan sampo konvensional.
Dengan strategi ini, kata Dewi, ”kami berupaya untuk menghadirkan produk perawatan rambut yang inovatif, ramah lingkungan dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar kita.”
Dizky Ramadani menjelaskan inovasi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya goal 6 dan 12.
SDGs Goal 6 berfokus pada memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Dengan mengurangi penggunaan air dalam proses perawatan rambut, menurut Dizky, secara langsung berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi air dan mengurangi pencemaran air akibat limbah kimia dari sampo konvensional.
SDGs Goal 12 menekankan pentingnya memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
“Inovasi Armosa Paper memanfaatkan bahan-bahan alami yang biasanya terbuang dan tidak dimanfaatkan, seperti daun nangka dan kulit nanas, sehingga mendukung konsep zero waste water,” ujarnya.
”Ini adalah langkah nyata dalam mengurangi limbah dan mendorong penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.”




