2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Seorang staf Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) Filipina melakukan kunjungan lapangan ke keluarga yang terkena dampak gempa di provinsi South Cotabato pada hari Selasa (9 Juni 2026). FOTO: DSWD/PNA

Darilaut – Data sementara, sedikitnya 2.994 rumah mengalami kerusakan akibat gempa Sarangani di Mindanao, Filipina Selatan, 45 orang dilaporkan meninggal dunia. Di Sulawesi Utara gempa magnitudo 7,8 yang terjadi di lepas pantai Sarangani, Laut Sulawesi, merusak 95 unit rumah dan delapan gedung.

Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) mengatakan bahwa sekarang total 33.596 keluarga atau 149.372 orang yang tinggal di 184 desa di Semenanjung Zamboanga, Wilayah Davao, Soccsksargen dan Wilayah Otonomi Bangsamoro Muslim Mindanao (BARMM) yang terkena dampak gempa bumi.

Dari jumlah tersebut, 8.813 keluarga atau 32.464 individu, sedang dibantu di 57 pusat evakuasi, sementara 1.804 keluarga lainnya, setara dengan 8.973 orang, sedang dibantu di luar, dengan sisanya berlindung bersama keluarga atau teman.

Demikian pula, 2.994 rumah dilaporkan rusak, di mana 2.499 diklasifikasikan sebagai “rusak sebagian” dan 495 sebagai “rusak total”. Rumah yang mengalami kerusakan dilaporkan di Semenanjung Zamboanga, Wilayah Davao, dan Soccsksargen.

Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Filipina pada hari Rabu mengatakan sedang memverifikasi laporan 45 kematian akibat gempa bumi yang mengguncang Maasim, Sarangani, dan provinsi-provinsi terdekat.

Dalam sebuah wawancara dengan DZMM, wakil administrator OCD untuk administrasi, Asisten Sekretaris Bernardo Rafaelito Alejandro IV, mengatakan bahwa kematian tersebut berasal dari Wilayah Davao dan Soccsksargen, yang meliputi 18 di Sarangani, 15 di South Cotabato, 11 di Davao Occidental, dan satu di Davao del Sur.

Alejandro mengatakan mereka sekarang sedang memvalidasi laporan 17 orang hilang, yang dapat dirinci menjadi 13 dari Davao Occidental dan empat di Kota General Santos. Sementara korban yang terluka 630

Angka-angka ini, kata Alejandro, masih perlu divalidasi dan dapat berubah.

Eksposur guncangan gempa bumi di lepas Pantai Sarangani, Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6). GAMBAR: UNOCHA

4 Juta Pelajar Terdampak Gempa

Lebih dari 4 Juta pelajar, 156 ribu guru dan personel non-pengajar terdampak gempa Sarangani dan gempa susulan di Filipina Selatan. Penilaian awal lebih dari 1.000 ruang kelas mengalami kerusakan ringan hingga total.

Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), Departemen Pendidikan (DepEd) Filipina, pada hari Selasa (9/6) mengatakan lebih dari 4 juta pelajar terdampak akibat gempa bumi magnitudo 7,8 dan gempa susulan di beberapa bagian Mindanao.

Dalam wawancara teleradio, Wakil Menteri Operasi DepEd Malcolm Garma mengatakan lebih dari 100.000 guru dan personel non-pengajar juga terdampak.

“Lebih dari 4 juta siswa kita yang terdampak. Ketika kita mengatakan terdampak, mereka mungkin terdampak bukan di sekolah tetapi bahkan di rumah mereka, rumah mereka terdampak. Dan juga, sekitar 156.000 tenaga pengajar dan non-pengajar,” katanya.

Dampak Gempa di Sulawesi Utara

Sebanyak 95 unit rumah dan delapan gedung mengalami kerusakan di Sulawesi Utara akibat gempa Sarangani.

Bangunan yang rusak tersebar di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Minahasa Utara.

Kerusakan rumah warga di Sulawesi Utara akibat terdampak gempabumi Magnitudo 7.7 pada Senin (8/6). BPBD Provinsi Sulawesi Utara/BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan wilayah yang terdampak cukup signifikan.

Sebanyak 1.160 jiwa yang sebelumnya dilaporkan mengungsi di rumah keluarga terdekat, sebagian telah kembali ke rumah masing-masing.

Pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe berangsur normal, kecuali di pulau-pulau terluar yang berada dekat dengan episentrum gempa.

Kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdata antara lain 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan.

Selain itu, dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga mengalami kerusakan.

Dampak gempa di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat menyebabkan kerusakan pada 12 unit rumah, satu unit rumah sakit, dan satu gudang pelabuhan. Di wilayah ini sebanyak 12 KK terdampak.

Sementara itu, di Kabupaten Minahasa Utara, gempa mengakibatkan kerusakan pada satu unit gedung GMIM 76 serta satu unit fasilitas pendidikan.

Exit mobile version