Senin, Oktober 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

redaksi
10 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

El Nino mengubah pola curah hujan di berbagai bagian dunia. GAMBAR: WMO

Darilaut – Iklim global menunjukkan indikator ENSO memperlihatkan kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Hal ini ditandai oleh indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -20,3.

Kondisi ini mengindikasikan potensi pengurangan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (9/6).

Meskipun demikian, menurut BMKG, hujan masih berpotensi terjadi pada sebagian wilayah Indonesia akibat faktor-faktor atmosfer regional dan lokal yang masih berperan cukup signifikan di sebagian wilayah.

Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), Rabu (10/6) mengatakan kondisi El Niño kini hadir di Pasifik tropis

Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), ada kemungkinan lebih dari 80 persen bahwa ini akan berkembang menjadi El Niño penuh dan kemungkinan akan berlanjut hingga awal tahun 2027.

El Niño meningkatkan kemungkinan kondisi curah hujan di bawah normal di sebagian besar wilayah negara, meningkatkan risiko kekeringan dan musim kemarau panjang, terutama di daerah-daerah yang rentan.

Namun, kondisi curah hujan di atas normal masih dapat terjadi, terutama di bagian barat Filipina selama musim monsun barat daya, kata PAGASA.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BMKGEl NinoEl Niño 2026PAGASAWMO
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Umumkan Hasil Seleksi Mandiri Prestasi 2026

Next Post

2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Postingan Terkait

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

26 Oktober 2026
Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

26 Oktober 2026

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Tropical Storm In-fa Intensifies into a Typhoon near the Marshall Islands in the Western Pacific

Kreativitas Mahasiswa KKN UNG Olah Pangan Lokal Biji Teratai

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Next Post
2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

TERBARU

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Tropical Storm In-fa Intensifies into a Typhoon near the Marshall Islands in the Western Pacific

Kreativitas Mahasiswa KKN UNG Olah Pangan Lokal Biji Teratai

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

AmsiNews

REKOMENDASI

Penggunaan Potasium Merajalela di Tanimbar, Maluku

KSOP Muara Angke: Perhatikan Agar Sampah Tidak Berserakan

Lebih Dari 56 Ribu Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur

Ini Penjelasan Kepala BPSPL Makassar Soal 30 Turis Mengerubuti Seekor Hiu Paus di Gorontalo

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Ocean Eye, Teknologi Fintech untuk Wisata Bahari di Kawasan Konservasi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.