Darilaut – Gempa bumi dahsyat magnitudo (M)7,8 di Laut Sulawesi mengguncang Sarangani dan provinsi sekitarnya di Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) pukul 07.37 pagi
Mengapa gempa dahsyat terjadi di Sarangani? Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philippine Institute of Volcanology and Seismology-Phivolcs) Sarangani dan provinsi-provinsi tetangganya mengalami gempa bumi karena terletak di salah satu wilayah aktif seismik di Filipina.
Pantai Sarangani menghadap Palung Cotabato, struktur penghasil gempa utama. Selain itu, terdapat patahan lokal di sekitarnya, beberapa berpotensi tersembunyi oleh endapan baru-baru ini, kata Phivolcs.
Phivolcs mengatakan palung Cotabato dan patahan aktif ini mampu menghasilkan gempa bumi kecil hingga besar.
Sebeumnya, gempa bumi kuat pernah memengaruhi Sarangani dan sekitarnya. Phivolcs mengatakan setidaknya tujuh gempa bumi signifikan dengan magnitudo berkisar antara M5.7 hingga M8.0 memengaruhi Sarangani dan provinsi-provinsi terdekat antara tahun 1917 dan 2023 berdasarkan catatan sejarah (SEASEE, 1985) dan Katalog Gempa Bumi DOST-PHIVOLCS.

Gempa bumi yang merusak terakhir di Sarangani dan sekitarnya adalah gempa bumi berkekuatan MW 6.8 yang terjadi pada 17 November 2023.
Pada Senin 8 Juni 2026, gempa bumi dahsyat kembali mengguncang Sarangani dan sekitarnya dengan magnitudo 7,8.



