200 Personel Brimob dan Tim Mabes Polri Tiba di Pohuwato

Polres Pohuwato. FOTO: DULOHUPA.ID

Darilaut – Sebanyak 200 personel Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara bawah kendali operasi (BKO) Polda Gorontalo tiba di Bandara Djalaludin, Jumat (22/9) siang.

Selain personal Brimob, tim Markas Besar Polri juga telah tiba untuk mengecek langsung situasi di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo Brigjen Pol Pudji Prasetijanto Hadi menjemput langsung personel Brimob Polda Sulawesi utara yang dipimpin oleh Kompol Edi Surianto.

Dalam arahannya, Wakapolda Gorontalo menyampaikan bahwa hadirnya personel Brimob Polda Sulawesi Utara untuk membantu Polda Gorontalo dalam melakukan pengamanan unjuk rasa di Kabupaten Pohuwato.

Setelah tiba di Bandara Djalaludin, ratusan personel Brimob melanjutkan perjalanan ke Pohuwato.

Melansir Dulohupa.id, tim Mabes Polri tiba di Polres Pohuwato dan langsung disambut Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Angesta Romano Yoyol.

Setelah tiba di Polres Pohuwato, Kapolda Gorontalo dan Tim Mabes Polri langsung melakukan patroli menuju sejumlah objek vital yang saat ini dalam penjagaan ketat oleh tim gabungan.

Kapolda Gorontalo mengatakan, kedatangan anggota dari Mabes Polri ini untuk membantu asistensi kepolisian yang ada di Provinsi Gorontalo pascakerusuhan yang dilakukan para penambang emas.

“Ya, ada dari Mabes Polri, membantu asistensi kita untuk memberikan petunjuk dan semangat untuk kami yang melaksanakan tugas di sini,” kata Kapolda Gorontalo.

Sebelumnya, pada Kamis (21/9) massa melakukan unjuk rasa dan merusak fasilitas massa Pani Gold Project yang berada di Desa Hulawa Kecamatan Buntulia, Pohuwato, tempat berdirinya kantor PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka), selaku perusahaan induk dari PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM).

Selanjutnya, massa membakar Kantor Bupati Pohuwato, merusak KUD Dharma Tani, rumah dinas Bupati Pohuwato dan Kantor DPRD Pohuwato.

Aksi tersebut buntut dari ganti rugi lahan tambang yang belum dibayarkan pihak perusahaan kepada penambang lokal.

Mengutip Dulohupa.id, hingga Jumat, sebanyak 40 orang yang diduga terlibat aksi unjuk rasa yang berujung kekacauan di Pohuwato diperiksa polisi.

Dari 40 orang yang diamankan tersebut, termasuk dua orang yang baru diserahkan masyarakat ke pihak kepolisian.

Belum diketahui latar belakang puluhan orang tersebut. Polisi masih mendalami melalui pemeriksaan.

“Itu kita belum tahu latar belakangnya. Kita periksa sesuai alat bukti yang kita dapatkan,” ujar Kapolda Gorontalo.

Exit mobile version