Darilaut – Mahasiswa Jurusan Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang meninggal dunia telah dimakamkan di daerah asal, pada Rabu (16/4) pukul 10.00 Wita.
Tiga mahasiswa, Alfateha Ahdania Ahmadi asal Ratatotok, Sulawesi Utara, Sri Maghfira Mamonto asal Inobonto, Sulawesi Utara, dan Regina Malaka asal Buntulia, Pohuwato, meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi MBKM di Desa Dunggilata Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (15/4).
Korban meninggal dunia karena terseret air sungai yang meluap dan mengalir deras di Desa Dunggilata, setelah menjalankan kegiatan pemetaan di Dunggilata.
Saat itu, sepuluh mahasiswa Geologi, turun ke lokasi pemetaan. Selain tiga korban meninggal dunia, dua mahasiswa mengalami luka-luka dan lima lainnya dalam kondisi selamat.
Setelah mendapatkan informasi kejadian tersebut, tim UNG terdiri dari pimpinan fakultas dan lembaga langsung ke lokasi kejadian untuk penanganan korban.
Dekan FMIPA UNG Prof. Dr. Fitryane Lihawa, mengantar jenazah Sri Maghfira Mamonto di Inobonto didampingi Wakil Dekan 3 Dr. Lilan Dama, Ketua Jurusan Ilmu dan Teknik Kebumian.
Pengantaran jenazah Alfateha Ahdania Ahmadi di Ratatotok didampingi Ketua Penjamu FMIPA, Kepala Program Studi Teknik Geologi, dan dua dosen pendamping lapangan.
Pengantaran jenazah Regina Malaka asal Buntulia di Marisa didampingi Wakil Dekan 1 FMIPA, Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan dan Ketua Jurusan Matematika.
Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, pada Rabu pagi membesuk korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Aloei Saboe.
Selanjutnya, pada Rabu siang, Rektor bersama pimpinan UNG takziah ke rumah duka Regina Malaka di Marisa. Setelah itu, Rektor UNG direncanakan akan bertakziah ke rumah duka Sri Maghfirah Mamonto dan Alfateha Ahmadi.
Daftar sepuluh mahasiswa terseret air sungai yang meluap dan mengalir deras di Desa Dunggilata, saat kegiatan pemetaan:
Korban meninggal dunia
1. Alfateha Ahdania Ahmadi – Ratatotok, Sulawesi Utara
2. Sri Maghfira Mamonto – Inobonto, Sulawesi Utara
3. Regina Malaka – Buntulia, Pohuwato.
Luka-luka
1. Fiqri Fariz K Pakaya – Kuala besar, Kec paleleh, Sulawesi Tengah
2. Risman Ahmad – Taliabu
Evakuasi Selamat
1. Sukirman Satar – Kambani, Sulawesi Tengah
2. Nirmawati Musa – Buntulia, Pohuwato
3. Lisda B Laindjong – Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah
4. Ahmad Firli Aprilio Mamonto – Upay, Kotamobagu
5. Alif Rahmat Sandhi – Isimu, Gorontalo.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, telah mengambil kebijakan untuk menarik sementara mahasiswa KKN dari lokasi di wilayah terjadinya musibah dan akan dilanjutkan dengan pendampingan untuk pemulihan kesehatan dan trauma.
Dekan FMIPA menjelaskan korban yang di rawat di RSUD Tombulilato atas nama Ahmad Firli akan dibawa keluarga ke Kotamobagu untuk menjalani perawatan.
Setelah pengantaran jenazah dan pemakaman di Inobonto Dekan FMIPA dan tim menuju Posko KKN untuk mengecek pemulangan dan penjemputan oleh keluarga.
