Ada yang terhempas ke bebatuan dan ada yang jatuh ke bawah. Dari 10 mahasiswa tersebut ada yang meninggal, mengalami luka berat dan selamat.
Menurut Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, terdapat 10 mahasiswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Saat mereka selesai melakukan aktivitas pemetaan dan hendak menyeberangi sungai, tiba-tiba datang arus deras akibat banjir bandang yang menyebabkan sungai meluap mengakibatkan 10 mahasiswa itu terseret arus tanpa sempat menyelamatkan diri,” ujar Heriyanto.
Hingga saat ini, dilaporkan tiga mahasiswa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Tombulilato. Korban yang meninggal adalah Alfateha Ahmad, Sri Magfira M, dan Regina Malaka.
Sementara itu, dua mahasiswa, Foqri Fariz Pakaya dan Risman Ahmad mengalami luka serius dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Lima mahasiswa lainnya Sukirman Satar, Nirmawati Musa, Lisda B. Laindjong, Ahmad Fili Aprilio Mamonto dan Alif Rahmat Sandhi telah dievakuasi dalam kondisi selamat. (Novita J. Kiraman/VM)




