436 Mahasiswa UNG Mengikuti KKN Profesi Kesehatan di Boalemo

Sebanyak 436 mahasiswa UNG mengikuti KKN profesi kesehatan berbasis komunitas di Kabupaten Boalemo. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Sebanyak 436 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) profesi kesehatan berbasis komunitas di Kabupaten Boalemo.

Program ini sebagai bentuk komitmen UNG dalam meningkatkan kualitas bidang kesehatan di masyarakat.

Ratusan mahasiswa tersebut akan melaksanakan kegiatan pengabdian, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) profesi kesehatan.

Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter profesional mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa berkontribusi di masyarakat, ”dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas masyarakat khususnya dibidang kesehatan,” ujar Hafidz.

Hafidz mendorong peserta KKN kesehatan untuk memanfaatkan program pengabdian untuk belajar bersama masyarakat, memahami realitas lapangan, dan turut serta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Dengan KKN profesi kesehatan ini, diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, ”tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kompetensi profesional di bidang kesehatan,” ujarnya.

Kepala Pusat KKN UNG Dr. Rosbin Pakaya, mengatakan, untuk program KKN profesi kesehatan kali ini, akan melibatkan sebanyak 436 mahasiswa yang terdiri dari 405 peserta KKN reguler dan 31 peserta non reguler.

Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari empat program studi (prodi) kesehatan di UNG, yakni prodi S1 kesehatan masyarakat, prodi S1 farmasi, prodi S1 keperawatan dan prodi S1 pendidikan kedokteran.

Untuk pelaksanaan KKN profesi kesehatan akan dilakukan di 23 Desa yang seluruhnya berada di Kabupaten Boalemo. Pengabdian dilaksanakan selama 45 hari mulai tanggal 3 Juli 2025 hingga 19 Agustus 2025, kata Rosbin.

Exit mobile version