Selasa, Juni 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

redaksi
12 Mei 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Sampah plastik di laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Profesor Riset dari Pusat Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Muhammad Reza Cordova, mengatakan, selain ditemukan di permukaan laut, mikroplastik juga ditemukan hingga laut dalam.

Prof. Reza menyoroti pengaruh proses oseanografi terhadap distribusi mikroplastik di laut. Arus laut, musim, suhu, salinitas, serta pola sirkulasi perairan memengaruhi pergerakan dan penumpukan mikroplastik.

Di Indonesia, kata Prof. Reza, perubahan musim barat dan musim timur menyebabkan perpindahan lokasi akumulasi mikroplastik secara berkala.

Sementara wilayah perairan tertutup seperti teluk dan estuari cenderung menjadi hotspot penumpukan mikroplastik karena sirkulasi airnya lebih lambat.

Menurut Prof. Reza, partikel mikroplastik dapat mengalami proses pengendapan dan terbawa ke dasar laut melalui agregasi dengan partikel organik maupun proses biologis lainnya.

Akibatnya, laut dalam menjadi tempat akumulasi jangka panjang yang sangat sulit dipulihkan dari pencemaran mikroplastik, kata Prof. Reza.

Dampak mikroplastik terhadap organisme laut juga dinilai sangat kompleks. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh organisme melalui makanan maupun proses penyaringan air.

Partikel tersebut dapat menyebabkan gangguan fisik seperti penyumbatan saluran pencernaan dan rasa kenyang palsu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINMikroplastikMuhammad Reza Cordova
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Next Post

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Postingan Terkait

Gempa Dahsyat di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan Memicu Gelombang Tsunami 1 Meter

Gempa Dahsyat di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan Memicu Gelombang Tsunami 1 Meter

8 Juni 2026
Gempa Dahsyat di Filipina Selatan Menewaskan 15 Orang

Korban Tewas Akibat Gempa di Lepas Pantai Saranggani Filipina Selatan 19 Orang

8 Juni 2026

Hari Laut Sedunia, Ketua Umum ISKU: Mari Berkomitmen Mengurangi Polusi dan Menghormati Ekosistem Laut

Gempa M7,7 di Dekat Sarangani Filipina Selatan Merusak Puluhan Rumah di Kepulauan Sangihe dan Talaud

Gempa Dahsyat di Filipina Selatan Menewaskan 15 Orang

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Gempa M7,7 di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan

Gempa Sarangani di Filipina Selatan, Phivolcs: Jauhi Bangunan yang Rusak

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak Berbagai Infrastruktur

Next Post
UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

TERBARU

Gempa Dahsyat di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan Memicu Gelombang Tsunami 1 Meter

Korban Tewas Akibat Gempa di Lepas Pantai Saranggani Filipina Selatan 19 Orang

Hari Laut Sedunia, Ketua Umum ISKU: Mari Berkomitmen Mengurangi Polusi dan Menghormati Ekosistem Laut

Gempa M7,7 di Dekat Sarangani Filipina Selatan Merusak Puluhan Rumah di Kepulauan Sangihe dan Talaud

Gempa Dahsyat di Filipina Selatan Menewaskan 15 Orang

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Gempa M7,7 di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Setelah Guncangan Kuat, Tercatat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Laut Maluku

Sungguh Menakjubkan Struktur Terumbu Karang Raksasa di Australia

Cuaca Ekstrem di Indonesia Januari Hingga Maret 2025 Mencapai 1.891 Kejadian

Gempa M 6,7 Guncang Jatim

Polusi dan Penyakit Minamata, Pemerintah Kembangkan Penambangan Emas Tanpa Merkuri

Banjir Melanda Banyumas dan Kendal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.