Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

redaksi
12 Mei 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Sampah plastik di laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Profesor Riset dari Pusat Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Muhammad Reza Cordova, mengatakan, selain ditemukan di permukaan laut, mikroplastik juga ditemukan hingga laut dalam.

Prof. Reza menyoroti pengaruh proses oseanografi terhadap distribusi mikroplastik di laut. Arus laut, musim, suhu, salinitas, serta pola sirkulasi perairan memengaruhi pergerakan dan penumpukan mikroplastik.

Di Indonesia, kata Prof. Reza, perubahan musim barat dan musim timur menyebabkan perpindahan lokasi akumulasi mikroplastik secara berkala.

Sementara wilayah perairan tertutup seperti teluk dan estuari cenderung menjadi hotspot penumpukan mikroplastik karena sirkulasi airnya lebih lambat.

Menurut Prof. Reza, partikel mikroplastik dapat mengalami proses pengendapan dan terbawa ke dasar laut melalui agregasi dengan partikel organik maupun proses biologis lainnya.

Akibatnya, laut dalam menjadi tempat akumulasi jangka panjang yang sangat sulit dipulihkan dari pencemaran mikroplastik, kata Prof. Reza.

Dampak mikroplastik terhadap organisme laut juga dinilai sangat kompleks. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh organisme melalui makanan maupun proses penyaringan air.

Partikel tersebut dapat menyebabkan gangguan fisik seperti penyumbatan saluran pencernaan dan rasa kenyang palsu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINMikroplastikMuhammad Reza Cordova
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Next Post

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Melanda Kabupaten Mamasa dan Parigi Moutong

Ratusan Rumah di Bengkulu Rusak Terdampak Gempa

Blue Economy untuk Peningkatan Ekonomi dan Menjaga Kesehatan Ekosistem Laut

Tahun 2025 Perpusnas Keluarkan 128.814 Nomor ISBN

550 Warga Mengungsi Saat Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

VIDEO: Awal Temuan Paus Terdampar di Ujungmanik, Cilacap

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.