Darilaut – Lima mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan tampil dalam ajang South Korea Cultural Mission 2026 di Seoul, Korea Selatan.
Ke-5 mahasiswa tersebut beranggotakan Alwin Arafa, Fahril Adam, Nurfadila Mohi, Valencia Rasyid, dan Windi Rauf. Tim ini akan didampingi oleh Dr. Riana Diah Sitharesmi sebagai dosen pembimbing.
Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Sastra dan Budaya UNG tersebut resmi terpilih sebagai delegasi budaya yang akan memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara, pada 11–13 Agustus 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, tim akan mengikuti berbagai agenda internasional, di antaranya International Cultural Performance, Global Cultural Exchange Session, International Youth Festival dalam rangka International Youth Day UN (PBB).
Apa itu International Youth Day?
Tanggal 12 Agustus diperingati sebagai International Youth Day atau Hari Pemuda Internasional setiap tahunnya. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran akan tantangan dan peluang yang dihadapi kaum muda di seluruh dunia dan merayakan peran mereka sebagai mitra penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Melansir Un.org, pada tahun 1999, dalam resolusi 54/120, Majelis Umum PBB mendukung rekomendasi yang dibuat dalam Konferensi Dunia Para Menteri yang Bertanggung Jawab atas Pemuda di Lisbon, 8-12 Agustus 1998.
Setiap tanggal 12 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pemuda Internasional. Majelis merekomendasikan agar kegiatan informasi publik diselenggarakan untuk mendukung Hari Pemuda sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran yang lebih baik tentang Program Aksi Dunia untuk Pemuda, yang diadopsi oleh Majelis Umum pada tahun 1995 (resolusi 50/81).
Program ini mendorong pemuda di seluruh dunia untuk menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran tentang situasi pemuda di negara mereka.
Peringatan ini menyediakan platform bagi pemerintah, organisasi pemuda, entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempromosikan dialog, memperkuat kemitraan, dan menampilkan inisiatif yang dipimpin kaum muda yang berkontribusi pada masyarakat yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan.
Hari Pemuda Internasional 2026 mengakui bahwa meskipun kehidupan kaum muda dibentuk oleh realitas nasional dan lokal yang berbeda, aspirasi mereka sangat mirip.
Di berbagai negara dan komunitas, kaum muda mencari martabat, kesempatan, partisipasi yang bermakna, pekerjaan yang layak, pendidikan berkualitas, dan masa depan yang berkelanjutan.
Tema tahun 2026 menekankan bahwa pengakuan terhadap konteks yang berbeda harus memperkuat—bukan mengurangi—solidaritas global. Dengan berinvestasi pada kaum muda di mana pun dan mendukung mereka yang menghadapi hambatan terbesar, komunitas internasional dapat membantu memastikan bahwa tidak ada kaum muda yang tertinggal.
