Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

redaksi
18 September 2026
Kategori : Berita
0
Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Penyu yang terkena bidikan dengan alat tembak panah ikan di bagian leher di perairan Raja Ampat. POTONGAN VIDEO BNDCT.ID/IG

Darilaut – Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Wardhana, mengecam keras tindakan dugaan perburuan penyu dengan menggunakan speargun yang terjadi di kawasan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan tidak ada toleransi terhadap perusakan ekosistem di Raja Ampat. Setiap wisatawan wajib mematuhi hukum Indonesia serta aturan konservasi yang berlaku.

“Saya sangat menyayangkan dan mengecam keras dugaan tindakan perburuan penyu menggunakan speargun yang terjadi di kawasan Raja Ampat,” kata Menteri Widiyanti, melalui akun Instagram @kemenpar.ri.

Menteri Widiyanti menjelaskan tanggung jawab menjaga kelestarian ekosistem menjadi bagian penting dari seluruh sektor pariwisata. Mulai dari pemandu, pengelola akomodasi, penyedia kapal, hingga pelaku usaha pariwisata.

”Saya ingin menyampaikan dengan tegas bahwa tidak ada toleransi terhadap siapa pun yang merusak alam Indonesia<” ujarnya.

”Setiap wisatawan yang datang ke Raja Ampat dan seluruh destinasi di Indonesia wajib menghormati hukum, aturan konservasi, serta kehidupan yang ada dalam ekositem tersebut.”

Menteri Widiyanti mengimbau agar jangan merusak terumbu karang, jangan mengambil, melukai atau membunuh satwa yang dilindungi dan jangan pernah menganggap kekayaan alam Indonesia sebagai sesuatu yang bebas dieksploitasi.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Kementerian PariwisataPerburuan PenyuRaja AmpatWidiyanti Wardhana
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

Next Post

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Postingan Terkait

BNPB – UGM Kerja Sama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

3 November 2026
Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Next Post
Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

TERBARU

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Tsunami Datang Mendadak, Tak Terduga dan Mematikan

Banjir Merendam Ribuan Rumah di Wajo, Tojo Una-Una dan Ambon

Harga Cakalang Internasional Turun 25 Persen

Virus Corona, Kilas Balik Penyakit SARS Tahun 2002

Potensi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi Di Wilayah Indonesia

Ditpolair Masih Merampungkan Berkas Pelaku Bom Ikan di Pohuwato

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.