7 Bandara Termasuk Soekarno-Hatta Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 2.300 Penerbangan Terdampak

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau secara langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Senin (7/9). FOTO: KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Darilaut – Tujuh bandar udara (bandara) masih ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Senin (7/9) pukul 18.00.

Bandara yang masih ditutup yaitu Soekarno-Hatta, Banten, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.

Berdasarkan pembaruan kondisi operasional pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB, bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih akan ditutup hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Adapun Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per hari ini jam 09.00 WIB.

Operasional penerbangan hingga Senin pukul 09.00 WIB tercatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak.

Data tersebut merupakan akumulasi dampak operasional sejak 5 September 2026 dan mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.

Bandara yang berstatus ditutup sementara, tercatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak, sedangkan pada bandara lain yang penerbangannya terdampak akibat penyesuaian rute tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.

Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara untuk menangani dampak terhadap penumpang serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan.

Kementerian Perhubungan juga terus menyesuaikan operasional penerbangan dan menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan dengan tetap mengutamakan keselamatan.


“Berdasarkan data terbaru dari BMKG, kami memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memantau secara langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, (7/9).

Namun demikian ”kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG. Apabila terjadi perubahan, kami akan segera menginformasikannya. Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik,” ujar Menhub Dudy.

Pada Minggu (6/9) malam Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi sehingga menimbulkan debu vulkanik baru. Dari BMKG juga menyampaikan bahwa arah angin yang terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau terdapat pada beberapa layer berbeda-beda di udara.

”Ada yang mengarah dari timur tenggara, timur laut barat daya, dan sebagainya. Sehingga, membuat debu masih bertahan di sekitar lokasi bandara-bandara yang dekat Gunung Anak Krakatau,” kata Menhub Dudy.

Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (7/9) pagi, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki.

Kondisi tersebut masih berpotensi memengaruhi jalur penerbangan, sehingga penyesuaian operasional bandara dan penerbangan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan terbaru.

Menhub mengatakan jika nanti bandara sudah bisa dibuka kembali, persiapan penerbangan akan segera dilakukan. Sejumlah upaya persiapan masih akan dilakukan setelah bandara dibuka dan sebelum siap dioperasikan kembali. Menhub berharap masyarakat dapat bersabar selama waktu persiapan bandara.

Dalam persiapannya, apabila kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, Menhub mengatakan ”kami akan melalukan upaya-upaya seperti pembersiahan runway, taxi way, maupun apron. Hal ini supaya apabila pada waktunya situasi sudah memungkinkan, bandara siap dioperasikan.” Menhub menjelaskan untuk menjaga konektivitas penerbangan selama sejumlah bandara ditutup, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan.

Exit mobile version