Darilaut – Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa penutupan delapan bandara terdampak letusan Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB.
Hingga Minggu (6/9) malam, dari delapan bandara terdampak, terdapat 1.558 flight (penerbangan) yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan.
Berdasarkan update monitoring hingga pukul 17.06 WIB, khusus Bandara Soekarno–Hatta (Jakarta), terdapat total 963 penerbangan (453 Arrival, 510 Departure).
“Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke Barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (6/9).
”Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB.”
Kementerian Perhubungan terus memantau perkembangan aktivitas dan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, beserta dampaknya terhadap ruang udara dan operasional bandar udara.
Pemantauan dan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, serta pihak terkait lainnya terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.



