8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Termasuk 5 Jurnalis Masih Dalam Pencarian

Pencarian delapan orang –termasuk lima jurnalis- yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. FOTO: TNI ANGKATAN LAUT

Darilaut – Tim SAR (Search and Rescue) gabungan masih melakukan pencarian delapan orang –termasuk lima jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau — yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, pada Senin (7/9).

Hari ke-6, tim SAR gabungan telah memperluas areal pencarian, pada Minggu (13/9). Hingga hari ke-6 operasi SAR, delapan orang di dalam speed boat masih dalam pencarian.

Delapan orang yang masih dalam pencarian Warta sebagai nakhoda (55 Tahun); ⁠Surakman, anak buah kapal (60); ⁠Heriyanto, pemandu (49); ⁠M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; ⁠Ari Basuki, jurnalis Merdeka; ⁠Yudhis, jurnalis Inews; ⁠Daus, jurnalis Anadolu; dan ⁠Donal, jurnalis freelance.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur SAR, baik dari unsur laut, darat, maupun udara.

“Memasuki hari keenam, kami terus mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dinyatakan hilang,” ujar Al Amrad.

”Seluruh unsur SAR Gabungan dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor pencarian yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.”

Berdasarkan rencana operasi SAR hari ke-6, pencarian dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah pencarian ke dalam enam sektor, yakni Sektor V seluas 840 NM² ((nautical mile persegi), Sektor W seluas 1.120 NM², Sektor Z seluas 809 NM², Sektor Y seluas 497 NM², Sektor X seluas 681 NM², serta Sektor H seluas 2.063 NM².

Pencarian melibatkan sejumlah kapal dan unsur laut, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Karambit, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta unsur kapal dan perahu lainnya.

Selain unsur laut, operasi SAR juga didukung personel dan sarana prasarana dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta berbagai potensi SAR lainnya. Dukungan udara turut diberikan melalui pengerahan dua unit drone thermal Basarnas.

Dalam pelaksanaan pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi kondisi cuaca berawan, angin bertiup dari arah timur laut hingga timur dengan kecepatan 10–20 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Kami mengimbau kepada seluruh unsur yang terlibat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Kami juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pencarian ini dapat membuahkan hasil yang terbaik, kata Al Amrad.

Hingga hari ke6, delapan orang masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan terus melaksanakan upaya pencarian sesuai rencana operasi dan hasil evaluasi di lapangan.

Jaket Pelampung

Sementara itu, tim SAR dari TNI Angkatan Laut di Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I-3-64 Lanal Banten kembali menemukan satu buah life jacket (jaket pelampung), Minggu (13/9).

Jaket pelampung ini ditemukan di hari ke-6. TNI AL bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran pencarian kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Dalam perkembangan terbaru operasi pencarian, pada pukul 09.30 WIB, KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten berhasil menemukan satu buah life jacket (jaket pelampung) berwarna oranye bertuliskan “KM. Samudera Pratama”.

Satu buah life jacket (jaket pelampung) ditemukan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I-3-64 Lanal Banten, Minggu (13/9). FOTO: TNI ANGKATAN LAUT/IG

Benda tersebut ditemukan di perairan sebelah barat Cikoneng, tepatnya pada titik koordinat 06°01’59” S–105°52’49” T.

Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi unsur armada pencari untuk memperketat titik penyisiran di sekitar lokasi penemuan.

Selain memfokuskan penyisiran pada koordinat terdekat, tim SAR gabungan juga aktif menjalin komunikasi serta membagikan informasi sektor SAR kepada kapal-kapal niaga maupun kapal melintas lainnya.

Setelah ditemukan, pelampung tersebut langsung dibawa menuju ke posko untuk diidentifikasi. Hingga saat ini, TNI AL dan Tim SAR Gabungan tidak berspekulasi karena belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak.

Exit mobile version