Minggu, September 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

redaksi
13 September 2026
Kategori : Berita
0
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Hari ke-4 pencarian, TNI Angkatan Laut di Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer kembali menemukan sebuah pelampung yang mengapung di perairan Anyer, pada Jumat (11/9). FOTO: TNIAL.MIL.ID

Pada Sabtu, pencarian dilakukan secara masif dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor laut, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Total luas area pencarian melalui jalur laut mencapai sekitar 2.537 NM² (nautical mile persegi).

Selain itu, dukungan pencarian dari udara dilakukan pada area seluas 2.063 NM² menggunakan Helikopter HR-3604.

Sebanyak 15 unsur utama sarana laut dikerahkan dalam pencarian, di antaranya KRI Kerambit, KRI Leuser, KRI Lepu, KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Peucang, serta TB Gunung Santri.

Penyisiran dilakukan secara visual di masing-masing sektor, termasuk wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Panaitan, hingga perairan Ujung Kulon dan wilayah lainnya sesuai rencana operasi.

Dukungan udara dilakukan oleh Helikopter HR-3604. Helikopter berangkat dari Lapangan Carita menuju area pencarian pada pukul 10.36 WIB.

Kondisi visibility rendah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan pencarian dari udara. Helikopter kemudian kembali ke Lapangan Carita pada pukul 11.17 WIB dan selanjutnya take off menuju ATS pada pukul 13.23 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pencarian terus dioptimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauKantor Pencarian dan Pertolongan BantenSARSelat SundaTNI Angkatan Laut
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Postingan Terkait

Topan Super Ragasa Akan Menyasar Laut Cina Selatan, Pesisir Guangdong, Teluk Tonkin dan Vietnam Utara

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

13 September 2026
Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

13 September 2026

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Orang Tua Dapat Memantau Pendidikan Akademik Mahasiswa UNG Melalui Fitur Aplikasi SIAKAD

TERBARU

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Taliah Bergerak di Selatan Jawa Timur

Ubur-Ubur, Makanan Bergizi, Protein Tinggi

Gerhana Bulan Total Terjadi 2,5 Tahun Sekali

Mengurangi Risiko Panas dengan Menanam Pohon

Laporan Terbaru IPCC, Cuaca Ekstrem Meningkatkan Risiko Bagi Kesehatan Manusia dan Ekosistem

Vanuatu Negara di Kawasan Cincin Api Pasifik yang Rawan Bencana

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.