Pada Sabtu, pencarian dilakukan secara masif dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor laut, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Total luas area pencarian melalui jalur laut mencapai sekitar 2.537 NM² (nautical mile persegi).
Selain itu, dukungan pencarian dari udara dilakukan pada area seluas 2.063 NM² menggunakan Helikopter HR-3604.
Sebanyak 15 unsur utama sarana laut dikerahkan dalam pencarian, di antaranya KRI Kerambit, KRI Leuser, KRI Lepu, KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Peucang, serta TB Gunung Santri.
Penyisiran dilakukan secara visual di masing-masing sektor, termasuk wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Panaitan, hingga perairan Ujung Kulon dan wilayah lainnya sesuai rencana operasi.
Dukungan udara dilakukan oleh Helikopter HR-3604. Helikopter berangkat dari Lapangan Carita menuju area pencarian pada pukul 10.36 WIB.
Kondisi visibility rendah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan pencarian dari udara. Helikopter kemudian kembali ke Lapangan Carita pada pukul 11.17 WIB dan selanjutnya take off menuju ATS pada pukul 13.23 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pencarian terus dioptimalkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.



