Pencarian melibatkan sejumlah kapal dan unsur laut, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Karambit, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta unsur kapal dan perahu lainnya.
Selain unsur laut, operasi SAR juga didukung personel dan sarana prasarana dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta berbagai potensi SAR lainnya. Dukungan udara turut diberikan melalui pengerahan dua unit drone thermal Basarnas.
Dalam pelaksanaan pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi kondisi cuaca berawan, angin bertiup dari arah timur laut hingga timur dengan kecepatan 10–20 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Kami mengimbau kepada seluruh unsur yang terlibat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam pelaksanaan operasi. Kami juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pencarian ini dapat membuahkan hasil yang terbaik, kata Al Amrad.
Hingga hari ke6, delapan orang masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan terus melaksanakan upaya pencarian sesuai rencana operasi dan hasil evaluasi di lapangan.
Jaket Pelampung
Sementara itu, tim SAR dari TNI Angkatan Laut di Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I-3-64 Lanal Banten kembali menemukan satu buah life jacket (jaket pelampung), Minggu (13/9).




