Darilaut – Topan (typhoon) Gaemi telah menyebabkan sembilan insiden maritim di Taiwan, termasuk kejadian tenggelamnya kapal kargo yang menewaskan kapten kapal.
Melansir Focustaiwan.tw, Dewan Urusan Kelautan tingkat Kabinet (OAC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa empat anggota awak kapal diselamatkan dari kapal “Fu Shun” telah mengidentifikasi mayat yang ditarik dari air sebagai kapten kapal berbendera Tanzania. Fu-Shun tenggelam pada hari Kamis 25 juli pukul 6:45 pagi.
Empat awak dari kapal kargo tersebut masih hilang. Kapal ini tenggelam 16 mil laut di lepas pantai Kaohsiung.
Taiwannews.com.tw melaporkan pasukan Penjaga Pantai Taiwan melanjutkan pencarian pada hari Jumat 26 Juli untuk awak kapal kargo Fu Shun yang tenggelam di lepas pantai Kaohsiung pada Kamis 25 Juli akibat Topan Gaemi.
Lima kapal lainnya kandas di Taiwan selatan, tetapi awak mereka dilaporkan selamat dan tidak ada bahaya langsung kebocoran bahan bakar. Fu Shun berbendera Tanzania membawa sembilan awak kapal dari Myanmar ketika tenggelam sekitar 35 km dari pantai Taiwan.
Kapal kargo “Dopphin” dan “Keta” kandas di pantai selatan dan barat daya Sungai Zengwen di Taiwan selatan Kamis malam. Sementara “Hong Sgeng 88” kandas 0,1 mil laut barat laut Pelabuhan Singda di Kaohsiung.
Semua awak kapal aman, dan tidak ada tumpahan minyak yang dilaporkan dari tiga kapal yang terkena dampak, kata OAC.
Selain itu, sembilan awak kapal “Sopfia”, yang kandas di Golden Coast di Tainan, diselamatkan oleh penjaga pantai.
Citra satelit tidak menunjukkan tanda-tanda polusi minyak. Pemerintah daerah siap dengan tanggapan, dan simulasi sedang dilakukan untuk mengelola potensi tumpahan minyak.
Sebelumnya, melansir Taiwannews.com.tw, kapal kargo Indonesia, Iriana, kandas di pantai Taiwan saat Topan Gaemi mendekati wilayah tersebut, Kamis (25/7).
kapal barang tersebut kandas di pantai Kabupaten Pingtung, tetapi awaknya aman dan tidak ada risiko kebocoran minyak.
Kapal itu berlabuh di lepas pantai barat daya Taiwan Rabu 24 Juli, sekitar pukul 5 sore untuk memperbaiki kemudi.
Ketika masalah terpecahkan, kapal barang berlayar ke selatan setelah pukul 10 malam.
Namun, hampir satu jam dalam perjalanan, Iriana kandas di dekat pantai di Jialutang di Kabupaten Pingtung.
Administrasi Penjaga Pantai (The Coast Guard Administration – CGA) mengatakan 20 awak kapal dalam keadaan aman dan tidak membutuhkan bantuan apa pun.
Sumber: Focustaiwan.tw dan Taiwannews.com.tw
