Meski hanya menutupi kurang dari 1 persen dasar laut, ekosistem ini menjadi rumah bagi 25 persen spesies laut.
Gelombang Panas Laut
Di dalam setiap karang terdapat ribuan organisme mirip tumbuhan yang disebut zooxanthellae. Dalam salah satu hubungan simbiosis terpenting di bumi, karang menyediakan karbon dioksida yang dibutuhkan zooxanthellae untuk fotosintesis, dan sebagai imbalannya, karang menerima nutrisi penting.
Mikroorganisme ini juga memberikan warna yang sering kali memukau pada terumbu karang.
Namun, saat suhu laut meningkat, karang mengalami stres dan melepaskan zooxanthellae mereka, sehingga warnanya berubah menjadi putih pucat atau abu-abu.
Proses ini dikenal sebagai pemutihan karang (bleaching). Proses ini tidak serta-merta mematikan karang.
Namun, hal ini membuat mereka rentan terhadap penyakit dan kematian akibat kekurangan nutrisi, ujar Kepala unit Ekosistem Laut dan Pesisir UNEP, Sinikinesh Beyene Jimma.
Temuan
Studi dalam Status of Coral Reefs of the World 2025 mensurvei hampir 37.000 lokasi terumbu karang di lebih dari 120 negara. Studi tersebut membandingkan cakupan terumbu karang dari tahun 2020 hingga 2024 dengan rata-rata historis periode 1980 hingga 2009.
Kesimpulannya? Setidaknya 9,5 persen terumbu karang keras telah hilang. Para penulis studi menyatakan bahwa angka tersebut merupakan estimasi konservatif, dan tingkat penyusutan terumbu karang kemungkinan lebih tinggi.



