Darilaut – Pesisir Ololalo tempat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo berhadapan langsung dengan Teluk Tomini.
Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu berlokasi di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pantai Ololalo terhubung langsung dengan pegunungan yang memanjang dari Pelabuhan Kota Gorontalo hingga pesisir Bone, Kabupaten Bone Bolango.
Lokasi pembangunan shelter sortir & pengepakan ikan serta perbaikan jaring Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terletak di pantai Ololalo. Terdapat pemisah di antara bangunan tersebut.
Inilah sungai kecil atau aliran air alami dari pegunungan yang mengalir hingga pantai. Lokasi bagian depan pembangunan itu, sebagai muara kecil yang terhubung dengan perairan Gorontalo atau Teluk Tomini.
Presiden RI Prabowo Subianto telah meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, pada Sabtu 9 Mei 2026.
Seminggu setelah Presiden Prabowo meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, pada 9 Mei 2026, pondasi tersebut mengalami penurunan.
Saat itu, hujan mengguyur Gorontalo, termasuk di pegunungan atas Ololalo. Air alami dari pegunungan masuk ke aliran air atau sungai kecil hingga muara, yang menjadi dua sisi bangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
”Cuma hujan 3 jam,” kata ketua kelompok nelayan di Leato Selatan, Eni S Nani (71 tahun), yang membuat pondasi itu amblas pada pukul 16.00 Wita.
”Ini bukan karena ombak, tapi aliran air dari pegunungan di atas Ololalo,” ujarnya.
Warga di Ololalo telah mengingatkan tentang kondisi geografis di kawasan tersebut. Setelah pesisir, tak jauh terdapat pegunungan yang tiap musim penghujan membawa volume air yang mengalir di sungai kecil.
Kearifan lokal mengenai kondisi geografis di Ololalo diabaikan dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan.
Bahkan di muara aliran air ini, dibikin beton penghalang. Volume air dari hulu di pegunungan dengan muara menjadi lebih sempit.
Akibatnya, aliran air yang deras tertahan di satu sisi, dan menghantam di sisi lainnya. Kedua, sisi ini amblas atau mengalami penurunan.
Kini bagian pondasi yang amblas mulai diperbaiki. Beton penghalang di muara juga telah dijebol. Sejumlah pekerja terlihat memperbaiki kerusakan.
”Untuk perbaikan perbaikan dinding penahan tanah dua sisi yang mengalami amblas sudah dikerjakan dengan penguatan sloop beton,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Dr. Aryanto Husain, Senin (1/6).
Menurut Aryanto, direncanakan masih akan ada perbaikan bagian lantai aliran sungai untuk meminimalisir dinding penahan tergerus air sungai. (VM)
