Darilaut – Topan (typhoon) Noul dari Laut Cina Selatan mendarat di dekat Pinghai, wilayah di pesisir Provinsi Guangdong, pada Minggu (26/7) pagi.
Setelah mendarat di Pantai Guangdong, topan Noul terus bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam dengan membawa angin kencang dan hujan lebat.
Melansir Xinhua para ahli meteorologi telah melakukan eksperimen pengamatan kawanan drone di Provinsi Guangdong, Cina selatan, selama pendaratan Topan Noul.
Hal ini, menurut Administrasi Meteorologi Cina (CMA) untuk meningkatkan prakiraan cuaca kondisi topan.
Latihan tersebut melibatkan pemantauan terus menerus selama seluruh proses pendaratan topan ke-12 tahun ini pada Minggu pagi di sepanjang pantai Guangdong. Topan tersebut membawa angin kencang dan hujan lebat ke banyak bagian provinsi.
Mulai 24 Juli, sebuah tim dari Akademi Ilmu Meteorologi Cina di bawah CMA, bekerja sama dengan Observatorium Iklim Nasional Shenzhen, melakukan pengamatan di Semenanjung Dapeng di Shenzhen.
Percobaan tersebut memperoleh data profil vertikal pada parameter meteorologi utama, termasuk suhu di ketinggian rendah, kelembapan, medan angin, dan turbulensi sebelum, selama, dan setelah badai topan berlalu.
Menurut Guo Jianping, pemimpin percobaan tersebut, Tiongkok telah membangun jaringan pengamatan meteorologi tiga dimensi yang komprehensif yang terdiri dari satelit meteorologi Fengyun, radar cuaca, sistem pengamatan vertikal penginderaan jauh berbasis darat, dan stasiun cuaca permukaan.



