Darilaut – Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tercatat sebagai salah satu fakultas termuda sebagai penyelenggara pendidikan dokter spesialis.
Fakultas Kedokteran UNG resmi membuka Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif ditandai dengan peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadiri kegiatan peluncuran di Ballroom TC Damhil UNG, pada Selasa (3/3).
Rektor UNG, Eduart Wolok, menyebut momen ini sebagai capaian yang sangat spesial. Menurut Rektor, kepercayaan dari Kemdiktisaintek sangat luar biasa, karena menjadikan UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.
Tentunya kepercayaan tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi civitas akademika UNG.
“Yang menjadi semakin istimewa karena UNG menjadi prodi kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh,” ujarnya.
Pembukaan prodi spesialis ini, menurut Eduart, dinilai strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini.
Selama ini, akses pendidikan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia masih terbatas, dengan institusi penyelenggara yang relatif sedikit seperti Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.




