Darilaut – Kita mengenal rumus kimia molekul gas oksigen adalah O2. Rumus kimia ozon adalah O3.
Ozon memiliki tiga atom oksigen yang berperan penting melindungi kehidupan di bumi
Menurut Ozone.unep.org lapisan ozon adalah wilayah dengan konsentrasi ozon tinggi di stratosfer, 15 hingga 35 kilometer di atas permukaan bumi.
Lapisan ozon ini bertindak sebagai perisai atau pelindung yang tak terlihat. Ozon melindungi kita dari radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari matahari.
Secara khusus, lapisan ozon melindungi kita dari radiasi UV, yang dikenal sebagai UV-B, yang menyebabkan sengatan matahari.
Paparan jangka panjang terhadap tingkat UV-B yang tinggi mengancam kesehatan manusia dan merusak sebagian besar hewan, tumbuhan, dan mikroba, sehingga lapisan ozon melindungi semua kehidupan di Bumi.
Ozon menyerap radiasi UV-B dari matahari. Ketika molekul ozon menyerap UV-B, ia terpisah menjadi molekul oksigen (O2) dan atom oksigen (O) yang terpisah.
Nantinya, kedua komponen tersebut dapat mereformasi molekul ozon (O3). Dengan menyerap UV-B di stratosfer, lapisan ozon mencegah tingkat radiasi berbahaya ini mencapai permukaan bumi.
Ozon diproduksi dan dihancurkan sepanjang waktu. Selain UV-B, matahari juga memancarkan bentuk lain dari sinar ultraviolet, UV-C.
Ketika sinar UV-C mencapai stratosfer, ia sepenuhnya diserap oleh molekul oksigen dan tidak pernah mencapai permukaan bumi.
UV-C membagi molekul oksigen menjadi atom oksigen. Atom-atom tunggal ini kemudian bereaksi dengan molekul oksigen lain untuk menghasilkan ozon. Jadi, reaksi ini meningkatkan jumlah ozon di stratosfer.
Tapi, ozon bukan satu-satunya gas di stratosfer. Gas lain yang mengandung nitrogen dan hidrogen juga berada di stratosfer dan berpartisipasi dalam siklus reaksi yang menghancurkan ozon mengubahnya kembali menjadi oksigen. Jadi, reaksi ini mengurangi jumlah ozon di stratosfer.
Ketika tidak terganggu, keseimbangan antara proses alami produksi dan penghancuran ozon mempertahankan konsentrasi ozon yang konsisten di stratosfer. Sayangnya, kita, manusia tidak membiarkan proses alami ini tidak terganggu.
Pada pertengahan 1970-an, para ilmuwan menyadari bahwa lapisan ozon terancam oleh akumulasi gas yang mengandung halogen (klorin dan bromin) di atmosfer.
Kemudian, pada pertengahan 1980-an, para ilmuwan menemukan “lubang” di lapisan ozon di atas Antartika – wilayah atmosfer bumi dengan penipisan parah.
Bahan kimia buatan manusia yang mengandung halogen sebagai penyebab utama hilangnya ozon. Bahan kimia ini secara kolektif dikenal sebagai zat perusak ozon (ODS). ODS digunakan dalam ribuan produk dalam kehidupan sehari-hari orang-orang di seluruh dunia.
