Apa Itu Plankton?

Copepoda adalah jenis zooplankton, krustasea planktonik yang berkerabat jauh dengan udang dan kepiting. Copepoda salah satu jenis zooplankton yang paling umum dan mudah dikenali, ditemukan di hampir setiap habitat samudra, laut, dan air tawar, bahkan di gua bawah tanah. FOTO: NASA

Darilaut – organisme kecil tak terlihat, hanyut dan terbawa arus di lautan, itulah plankton.

Plankton, organisme yang selalu terbawa oleh pasang surut dan arus. Suatu organisme dianggap plankton jika terbawa oleh pasang surut dan arus, dan tidak dapat berenang dengan cukup baik untuk melawan.

Kata “plankton” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “hanyut” atau “pengembara.”

National Ocean Service Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration- NOAA) mengatakan beberapa plankton hanyut dengan cara ini selama seluruh siklus hidupnya.

Yang lain hanya diklasifikasikan sebagai plankton saat masih muda, tetapi akhirnya tumbuh cukup besar untuk berenang melawan arus.

Plankton biasanya berukuran mikroskopis, seringkali panjangnya kurang dari satu inci, tetapi juga mencakup spesies yang lebih besar seperti beberapa krustasea dan ubur-ubur.

Ilmuwan mengklasifikasikan plankton dalam beberapa cara, termasuk berdasarkan ukuran, jenis, dan berapa lama mereka hanyut.

Tetapi kategori yang paling mendasar membagi plankton menjadi dua kelompok: fitoplankton (tumbuhan) dan zooplankton (hewan).

Fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopis, tetapi mereka memainkan peran besar dalam jaring makanan laut.

Seperti tumbuhan di daratan, fitoplankton melakukan fotosintesis untuk mengubah sinar matahari menjadi energi untuk mendukung kehidupan mereka.

Fitoplankton menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Karena mereka membutuhkan energi matahari, fitoplankton ditemukan di dekat permukaan air.

Zooplankton meliputi hewan mikroskopis (krill, siput laut, cacing pelagis, dll.), anak invertebrata dan ikan yang lebih besar, dan perenang lemah seperti ubur-ubur.

Sebagian besar zooplankton memakan fitoplankton, dan sebagian besar, pada gilirannya, dimakan oleh hewan yang lebih besar (atau oleh satu sama lain).

Krill mungkin merupakan jenis zooplankton yang paling terkenal sebagai komponen utama mangsa paus bungkuk, paus balin, dan paus biru.

Pada siang hari, zooplankton umumnya melayang di perairan yang lebih dalam untuk menghindari predator.

Namun pada malam hari, makhluk mikroskopis ini menjelajah ke permukaan untuk memakan fitoplankton.

Proses ini dianggap sebagai migrasi terbesar di Bumi, begitu banyak hewan yang melakukan perjalanan ini sehingga dapat diamati dari luar angkasa.

Plankton sangat penting bagi ekosistem laut, dan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungannya, termasuk suhu, salinitas, tingkat pH, dan konsentrasi nutrisi air, kata NOAA.

Misalnya, jika terdapat terlalu banyak nutrisi tertentu di dalam air, maka akan terjadi ledakan alga yang berbahaya seperti pasang merah.

Hal ini karena banyak spesies zooplankton memakan fitoplankton. Perubahan waktu atau kelimpahan fitoplankton dapat dengan cepat memengaruhi populasi zooplankton. Kemudian memengaruhi spesies di sepanjang rantai makanan.

Menurut NOAA, para peneliti mempelajari bagaimana perubahan iklim memengaruhi plankton, mulai dari waktu perubahan populasi hingga pengerasan cangkang copepoda, dan bagaimana efek tersebut menyebar ke seluruh ekosistem.

Exit mobile version