Api Membakar Hutan dan Lahan di Papua

Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Papua. GAMBAR: European Union, Copernicus Atmosphere Monitoring Service Data

Darilaut – Kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di sejumlah Provinsi di Papua.

Kebakaran di musim kemarau disertai dengan El nino yang menguat, diawali dengan kekeringan yang menyulitkan sumber air bersih di sejumlah wilayah.

Kekeringan dan rentetan kebakaran telah menjadi siklus dengan rangkaian kejadian yang berulang-ulang setiap tahun di sejumlah wilayah. Keanekaragaman hayati, plasma nutfah, satwa liar, serta flora dan fauna lainnya hangus terbakar.

Api yang membakar vegetasi merusak habitat ruang hidup satwa, sumber makanan musnah, serta dapat memicu ancaman lain berikutnya seperti banjir dan berkurangnya mata pencaharian penduduk lokal yang bergantung pada sistem kehidupan hutan dan lahan.

Darilaut.id menyelisik kebakaran hutan dan lahan di berbagai tempat di sejumlah provinsi di Papua.

Berdasarkan aplikasi Zoom.earth dan Gdacs.org, areal yang terbakar, sebaran secara umum ada sembilan titik dengan kode masing-masing GDACS 1030610 Fire 6,480 hektare; GDACS 1030705 Fire 5,469 hektare dan GDACS 1030909 Fire 8,883 hektare.

Kemudian kode GDACS 1031208 Fire 6,574 hektare; GDACS 1031192 Fire 7,589 hektare; GDACS 1031109 Fire 6,926 hektare; GDACS 1031046 Fire 6,118 hektare; GDACS 1031148 Fire 9,500 hektare dan GDACS 1031092 Fire 5,589 hektare.

GDACS fire (kebakaran hutan) pada sistem GDACS (Global Disaster Alert and Coordination System) adalah fitur pemantauan dan peringatan dini global yang mendeteksi serta menilai dampak kebakaran hutan atau lahan besar di seluruh dunia. Sistem ini merupakan kerja sama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Eropa.

PAPUA

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 544,61hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Papua , luas karhutla tahun 2018 (88.626,84 ha); 2019 (108.110,00 ha); 2020 (28.277,00 ha); 2021 (15.979,00 ha); 2022 (8.336,00 ha); 2023 (604,01 ha); 2024 (544,19 ha); dan 2025 (199,74 ha).

PAPUA BARAT

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua Barat, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 2.496,39 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Papua Barat, luas karhutla tahun 2018 (509,50 ha); 2019 (1.533,00 ha); 2020 (5.716,00 ha); 2021 (77,00 ha); 2022 (1.738,00 ha); 2023 (259,03 ha); 2024 (198,85 ha); dan 2025 (1.228,72 ha).

Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Papua Barat berdasarkan laporan yang tercatat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjadi di Kabupaten Fakfak, pada Rabu 24 Juni. Kebakaran menghanguskan 50 hektare lahan di Kampung Mekar Sari, Distrik Bomberay.

Titik panas di Papua. GAMBAR: ZOOM.EARTH

PAPUA BARAT DAYA

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua Barat, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 716,70 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Papua Barat Daya, luas karhutla tahun 2018 (0,00 ha); 2019 (0,00 ha); 2020 (0,00 ha); 2021 (0,00 ha); 2022 (0,00 ha); 2023 (504,24 ha); 2024 (28,42 ha); dan 2025 (189,12 ha).

Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Papua Barat Daya berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.

Agustus

Kebakaran di Desa Klasabi menghanguskan sekitar 1 hektare lahan pada Jumat 21 Agustus. Kemudian di Desa Klabala, sekitar 5 hektare lahan terbakar.

Di Kota Sorong, kebakaran terjadi di Desa Sawagumu, Distrik Sorong Utara; Desa Klasabi, Distrik Sorong Manoi; dan Desa Klabala, Distrik Sorong Kota.

Di Desa Sawagumu, kebakaran terjadi pada Rabu 19 Agustus, menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Faktor kekeringan, angin kencang, dan kondisi lahan gambut menyebabkan api cepat membesar dan menyebar.

Karhutla terjadi di Gunung Malanu, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, dan Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, pada Sabtu 8 Agustus. Luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi mencapai satu hektare.

Karhutla di Kota Sorong, terjadi pada Rabu 5 Agustus. Lokasi terdampak berada di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luasan lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare atau bertambah sekitar 5 hektare dari laporan sebelumnya.

Kejadian karhutla di Kota Sorong, menghanguskan sekitar 2 hektare, pada Kamis 30 Juli, di TPU Covid, Kelurahan Malasilen, Kecamatan Sorong Utara.

Juli

Di Gunung Kali Ampat, karhutla terjadi pada Kamis 23 juli. Lokasi kebakaran di Kelurahan Kakublik, Distrik Sorong Kota.

Laporan karhutla di Kota Sorong, terjadi pada Selasa 21 Juli. Kebakaran bermula saat terlihat adanya asap dari arah Gunung Kali Ampat yang berada di wilayah Kelurahan Klagate dan Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa serta Kelurahan Malanu di Distrik Sorong Utara.

PAPUA PEGUNUNGAN

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua Pegunungan, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.681,43 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Papua Pegunungan, luas karhutla tahun 2018 (0,00 ha); 2019 (0,00 ha); 2020 (0,00 ha); 2021 (0,00 ha); 2022 (0,00 ha); 2023 (787,11 ha); 2024 (461,56 ha); dan 2025 (672,06 ha).

PAPUA SELATAN

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua Selatan, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 25.838,53 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Papua Selatan, luas karhutla tahun 2018 (0,00 ha); 2019 (0,00 ha); 2020 (0,00 ha); 2021 (0,00 ha); 2022 (0,00 ha); 2023 (150.813,34 ha); 2024 (27.182,19 ha); dan 2025 (8.107,91 ha).

PAPUA TENGAH

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Papua Selatan, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 2.519,88 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Papua Tengah, luas karhutla tahun 2018 (0,00 ha); 2019 (0,00 ha); 2020 (0,00 ha); 2021 (0,00 ha); 2022 (0,00 ha); 2023 (2.593,91 ha); 2024 (104,02 ha); dan 2025 (242,18 ha).

Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Papua tengah berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, mencakup wilayah yang luas di Kabupaten Nabire.

Karhutla dilaporkan terjadi sejak 18 Juli hingga 23 Agustus di tujuh distrik, yakni Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur. Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering. Luas lahan yang terbakar 396,13 hektare. (VM)

Exit mobile version