Darilaut – Gunungapi Ibu di Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, meletus pada Sabtu (5/9) pagi.
Erupsi Gunungapi Ibu pada hari terjadi pukul 03.32 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 1825 m di atas permukaan laut).
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 51 detik.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi mencatat telah terjadi erupsi Gunungapi Ibu pada hari Jumat (4/9) pukul 23.28 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan, pertama, masyarakat di sekitar Gunungapi Ibu dan pengunjung (wisatawan) agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunungapi Ibu.
Kedua, Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
Ketiga, seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.



