Darilaut – Pemanfaatan kulit jeruk nipis menjadi minyak atsiri untuk aromaterapi alamitelah melalui riset oleh sejumlah peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Para peneliti masing-masing Vivien Novarina A. Kasim sebagai penulis pertama, kemudian Jesica Mulyadi, Ivan Virnanda Amu, dan Husain Panggi. Hasil riset ini telah dipublkasikan melalui Jurnal Ilmiah J-HESTECH edisi Desember 2025.
Jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) kaya akan berbagai senyawa fenolik dan serat makanan. Karena itu, membuat olahan jeruk diminati oleh semua kalangan. Biasanya, kulit jeruk nipis dibuang begitu saja dan menjadi limbah di lingkungan.
Kulit jeruk nipis yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah, ternyata menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan.
Jeruk nipis merupakan tanaman herbal kecil, berbau khas, dan memiliki sejuta manfaat dimulai dari juice buah, daun, akar, batang dan kulit buah mempunyai berbagai macam khasiat. Jeruk nipis sering digunakan sebagai bahan baku kosmetik, penyedap makanan, penguat rasa pada minuman, dan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional.
Jeruk nipis kaya akan berbagai senyawa fenolik dan serat makanan. Beberapa penelitian telah menemukan jeruk nipis mengandung antibakteri, antifungal, antikanker, antioksidan, antiobesitas, antifertilitas, antikolinesterase, antihelmentik serta mempengaruhi aktivitas kardiovaskuler.



