Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Indonesia, hutan dan lahan ada yang terbakar di bulan Januari, Februari, Maret, April dan Mei, seperti di Aceh dan Riau. Begitu pula di Sumatra Utara pada bulan Januari.
Berdasarkan aplikasi Zoom.earth dan Gdacs.org, akhir Agustus dan awal September areal yang terbakar di dekat Jambi dengan kode GDACS 1031427 Fire 6,004 hektare dan Sumatra Selatan GDACS 1031147 Fire 6,349 hektare dan GDACS 1031593 Fire 5,209.
GDACS fire (kebakaran hutan) pada sistem GDACS (Global Disaster Alert and Coordination System) adalah fitur pemantauan dan peringatan dini global yang mendeteksi serta menilai dampak kebakaran hutan atau lahan besar di seluruh dunia. Sistem ini merupakan kerja sama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Eropa.
ACEH
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Aceh, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 4.070,48 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Aceh, luas karhutla tahun 2018 (1.284,70 ha); 2019 (730,00 ha); 2020 (1.078,00 ha); 2021 (1.267,00 ha); 2022 (3.716,00 ha); 2023 (1.936,86 ha); 2024 (7.257,35 ha); dan 2025 (8.924,98 ha).



