Darilaut – Laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan Asia dan Afrika wilayah yang paling terdampak oleh bencana terkait air.
Tercatat pula, tahun 2025 salah satu tahun terkering dalam hal debit sungai selama 35 tahun terakhir. Selama 7 tahun terakhir, aliran sungai menunjukkan kondisi yang tidak wajar, sementara cadangan air di permukaan daratan Bumi telah berkurang dalam 10 tahun terakhir.
Hilangnya massa gletser secara luas di semua wilayah selama 4 tahun berturut-turut
Laporan terbaru WMO mengenai State of Global Water Resources (Kondisi Sumber Daya Air Global) memberikan penilaian tahunan komprehensif berbasis sains mengenai siklus hidrologi dan peristiwa ekstrem pada tahun 2025 serta selama lima tahun terakhir.
Dalam siaran pers WMO, Kamis (17/9) sungai-sungai di seluruh dunia mengalami salah satu tahun terkering dalam lebih dari tiga dekade pada tahun 2025. Laporan WMO menunjukkan berlanjutnya penurunan jangka panjang cadangan air tawar Bumi dan penyusutan gletser—tren yang memiliki implikasi serius bagi masyarakat dan perekonomian di masa depan.
Laporan WMO mengenai Kondisi Sumber Daya Air Global menunjukkan bahwa siklus air menjadi lebih tidak menentu dan sulit diprediksi, berfluktuasi antara kondisi kekurangan air yang ekstrem atau kelebihan air.




