Darilaut – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, pekan ini di awal Februari.
Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, angin kencang berdampak pada kerusakan rumah warga. Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan laporan dampak angin kencang terjadi di wilayah tersebut pada Jumat (4/2).
Hujan lebat disertai angin kencang ini dirasakan warga Desa Banggalmulya, Kecamatan Kalijati.
Sejumlah rumah yang dihuni 40 KK di desa tersebut rusak akibat angin kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang masih mendata tingkat kerusakan rumah tersebut. Tidak ada laporan korban jiwa, luka-luka maupun mereka yang mengungsi.
Pihak BPBD yang dibantu dinas terkait, TNI, Polri, relawan dan warga membantu warga yang tertimpa musibah. Petugas telah melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan angin kencang di desa tersebut.
Kejadian angin kencang melanda Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (4/2). Kejadian ini menyebabkan 23 unit rumah milik 23 KK mengalami kerusakan.
Laporan visual menunjukkan kerusakan sejumlah rumah milik warga di bagian atap. Beberapa pohon juga tumbang akibat disapu angin kencang.
BPBD Kabupaten Purbalingga telah turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna kaji cepat dan upaya lain yang dianggap perlu dalam percepatan penanganan bencana angin kencang tersebut. Selain itu, BPBD Kabupaten Purbalingga juga telah menyalurkan bantuan kepada para warga yang terdampak.
Sementara itu, angin kencang yang menerjang wilayah Kota Malang berakibat pada kerusakan bangunan maupun pohon tumbang pada Kamis (3/2). Tercatat satu warga meninggal dunia.
Selain korban jiwa, angin kencang ini juga berdampak pada satu warga yang mengalani luka ringan. Kedua warga yang tertimpa tembok rumah telah dievakuasi oleh petugas gabungan.
BPBD Kota Malang melaporkan tidak ada warga yang mengungsi setelah angin kencang ini terjadi pada Kamis.
Dampak lain teridentifikasi pada kerusakan 21 unit rumah maupun tumbangnya pohon yang menimpa rumah atau pun badan jalan.
Kerusakan di sektor lain tercatat fasilitas umum 3 unit, fasilitas pendidikan 1 unit dan kantor 1 unit.
Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat ini dirasakan warga di tujuh kelurahan yang tersebar di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tujuh wilayah terdampak yaitu Kelurahan Polowijen, Purwantoro, Blimbing, Pandanwangi, Arjosari, Balearjosari dan Mojolangu.
Kejadian yang sama juga menerjang dua desa di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. BPDB Kabupaten Malang melaporkan Desa Tirto Arum dan Banjar Arum yang warganya merasakan angin kencang bersamaan dengan hujan lebat pada Kamis (3/2).
Tercatat 33 KK terdampak yang rumahnya terdampak kejadian tersebut. Total rumah rusak sebanyak 30 unit dengan rincian rumah rusak ringan 21 unit dan rusak sedang 9 unit. Fasilitas pendidikan, terdapat 3 unit yang terdampak.
BPBD bersama TNI, Polri, warga dan aparat desa membantu dalam pembersihan material bangunan yang jatuh akibat angin kencang.
Bencana hidrometeorologi basah berupa angin kencang juga terjadi di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
BPBD Kabupaten Cilacap melaporkan hujan lebat yang disertai angin kencang berlangsung pada Kamis (3/2). Insiden dirasakan warga Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, di mana sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Selain rumah rusak, fasilitas pendidikan berupa madrasah 1 unit juga terdampak peristiwa ini.
Tidak ada laporan korban luka-luka atau pun mereka yang mengungsi pascakejadian. Merespons dampak angin kencang, BPBD bersama unsur kewilayahan lain membantu warga yang rumahnya terdampak angin kencang. Di samping itu, petugas BPBD memberikan bantuan logistik kepada warga.
Angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (2/2). Sebanyak 14 unit rumah rusak, 6 akses jalan terdampak, 2 jaringan PLN terputus, 1 tempat ibadah rusak, 6 tempat usaha terdampak.
Kemudian angin kencang juga mengamuk di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (2/2). Akibatnya, sebanyak 26 unit rumah rusak ringan, 1 unit rumah rusak sedang, 2 unit rumah rusak berat, 1 fasilitas umum terdampak, 4 jaringan listrik terputus tertimpa pohon.
