Senin, Oktober 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ada 4.000 Anggrek di Indonesia, 3 Spesies Baru

redaksi
26 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Anggrek Kantung, Masuk Daftar CITES dan Dilindungi

Anggrek kantung. FOTO: BRIN

Darilaut – Indonesia memiliki sekitar 4.000 spesies anggrek, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman anggrek tertinggi di dunia.

Sebagian besar di antaranya bersifat endemik dan memiliki potensi besar untuk pengembangan obat, kosmetik, tanaman hias, hingga bahan aromatik.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Destario Metusala, menjelaskan temuan tiga spesies anggrek baru, termasuk anggrek unik dari Aceh bernama Chiloschista tjiasmantoi.

Anggrek tersebut dikenal sebagai “anggrek akar” karena hampir tidak memiliki daun dan melakukan fotosintesis melalui akarnya.

“Fotosintesisnya lebih dominan dilakukan oleh akar yang mengandung klorofil,” kata Rio yang juga peneliti anggrek BRIN, dalam Talkshow para taksonom BRIN bertajuk “Exposing New Plant Species & Flora Expedition”, yang diselenggarakan di auditorium Gd. BJ. Habibie, Jakarta, Senin (25/5). 

Rio menilai ancaman terhadap anggrek juga sangat serius, mulai dari kehilangan habitat akibat alih fungsi lahan hingga pemanenan berlebih dari alam untuk kebutuhan kolektor dan industri obat.

“Sebagian besar bahan baku obat masih diambil langsung dari alam. Karena itu, budidaya dan penangkaran menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutannya,” ujarnya seperti dikutip dari Brin.go.id.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AnggrekBRINRafflesiaSpesies Baru
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik

Next Post

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Postingan Terkait

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

12 Oktober 2026
Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

12 Oktober 2026

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Next Post
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

TERBARU

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

AmsiNews

REKOMENDASI

Typhoon Saudel Has Not Dissipated; Currently Located Near Hong Kong in the South China Sea

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

KM Sabuk Nusantara 91 Kandas di Perairan Sapeken, Jawa Timur

Apakah Tuna Anda Berkelanjutan?

Ratusan Nelayan Kecil Dibekali Keselamatan Pelayaran

Banjir Rob Merendam Pemukiman dan Tambak Ikan Bandeng di Bima

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.