Minggu, Mei 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Awan Telah Melindungi Indonesia dari Gempuran Gelombang Panas

redaksi
14 Mei 2024
Kategori : Berita
0
COP28, UEA Akan Membantu Negara-negara yang Kekurangan Air dengan Teknologi Penyemaian Awan

Ilustrasi pertumbuhan awan. FOTO: DARILAUT.ID

Artinya, kata Eddy, kita harus memperhatikan durasi dan amplitudo suhu tinggi, serta perhatikan kondisinya. Jika hanya sesaat saja, misalnya hanya satu hari dan nilainya pun tidak melebihi deviasi cukup besar, tentu belum didefinisikan sebagai gelombang panas.

“Kenapa, kok, bumi makin panas?” Sinar matahari ketika tiba di bumi dihalangi oleh awan. Artinya, matahari ada faktor penghalang itu, maka kalau tidak ada faktor penghalang satu kawasan itu tidak dapat penghalang.

”Artinya, itu bebas, ya, tentu potensinya besar untuk mengalami heatwave atau gelombang panas,” ujarnya.

Eddy mengatakan belum diketahui dengan pasti bila puncak panas ini akan segera berakhir. Namun, jika analisisnya berbasis perilaku data Indian Ocean Dipole (IOD) yang ada di Lautan Hindia, khususnya untuk kawasan barat Indonesia, dan kawasan Pantai Utara (pantura) Pulau Jawa, justru awal terjadinya kondisi panas sudah dimulai sejak April lalu. Terus merangkak hingga mencapai puncaknya di sekitar bulan Juli 2024.

Hal ini diperparah dengan mulai berhembusnya angin timuran yang bergerak melintasi kawasan Indonesia seiring dengan bergeraknya posisi matahari meninggalkan garis ekuator sejak 21 Maret, bergerak semu menuju belahan bumi utara (BBU).

“Jadi, ada indikasi kuat jika kondisi panas ini akan terus berlanjut. Selain kondisi uap air di kawasan barat Indonesia yang ditarik ke arah timur pantai timur Afrika, juga angin timuran yang berasal dari gurun di bagian utara Australia sudah mulai merangkak memasuki kawasan Indonesia,” kata Eddy.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINGelombang PanasSuhu Panas
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gaung Keindahan Pantai, Laut dan Pulau Kecil di Boalemo

Next Post

Komunitas Pers Menolak Draf RUU Penyiaran

Postingan Terkait

Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

Tak Hanya Mendeteksi Tsunami, PUMMA Dapat Memantau Banjir Rob

31 Mei 2026
BRIN Perkuat Sistem Deteksi Dini Tsunami

BRIN Perkuat Sistem Deteksi Dini Tsunami

31 Mei 2026

Koarmada RI Gagalkan Penyelundupan 390 Ton Logam Tanah Jarang dan Radioaktif Ilegal

Mahasiswa Keperawatan UNG Terpilih Dalam Program Kesehatan Global 2026

Topan Jangmi Menguat, Bawa Gelombang 10 Meter di Laut Filipina

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Next Post
Komunitas Pers Menolak Draf RUU Penyiaran

Komunitas Pers Menolak Draf RUU Penyiaran

TERBARU

Tak Hanya Mendeteksi Tsunami, PUMMA Dapat Memantau Banjir Rob

BRIN Perkuat Sistem Deteksi Dini Tsunami

Koarmada RI Gagalkan Penyelundupan 390 Ton Logam Tanah Jarang dan Radioaktif Ilegal

Mahasiswa Keperawatan UNG Terpilih Dalam Program Kesehatan Global 2026

Topan Jangmi Menguat, Bawa Gelombang 10 Meter di Laut Filipina

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

AmsiNews

REKOMENDASI

(Prebunking) Mitigasi Pohon Tumbang dan Manfaat Ruang Hijau

Malakas Tumbuh Jadi Badai Tropis Parah di Laut Filipina

Apa Saja Jenis Ikan Toli (Sako)

Depresi Tropis Berkembang di Laut Cina Selatan

40 Penyelam Thailand Mengangkat Jaring Hantu di Terumbu Karang yang Memutih

Destinasi Romantis Pulo Cinta Gorontalo Akan Tinggal Kenangan?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.