Badai Siklon Mendarat di Dekat Langsa Aceh, Bawa Hujan dan Angin Kencang

Badai siklon (cyclonic storm) 04B atau siklon tropis Senyar mendarat di dekat Langsa, Aceh, pada Rabu (26/11). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai siklon (cyclonic storm) 04B mendarat di dekat Kota Langsa, Aceh, pada Rabu (26/11). Sistem ini telah bergerak ke barat di daratan Aceh dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot) yang dapat membawa hujan lebat dan berpotensi banjir, banjir pesisir, serta angin kencang.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,9 meter (16 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC.

Data JTWC yang tersedia menunjukkan bahwa pusat sirkulasi tingkat rendah yang terkait dengan 04B mendarat di sekitar Langsa, kemudian perlahan-lahan bergerak ke arah barat.

Sistem ini diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat selama 12 jam ke depan. Sistem akan cepat melemah saat bergerak lebih jauh ke daratan dan melewati daerah pegunungan di Sumatra bagian utara.

Namun, jalur pastinya masih sangat tidak pasti. Bahkan jika pusaran tingkat menengah mencapai Samudra Hindia, kecil kemungkinannya untuk terbentuk kembali.  Sisa-sisa 04B diperkirakan akan kembali ke Selat Malaka.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa 95B meningkatkan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau dan sekitarnya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari Bibit Siklon 95B.

Saat ini BMKG terus memantau intensitas 95B dan meminta stakeholder terkait untuk memastikan langkah mitigasi demi meminimalisir hal yang tidak diinginkan.

“Pemerintah daerah siaga terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem seperti potensi banjir, banjir pesisir, dan pohon tumbang akibat angin kencang. Khusus bagi nelayan dan pelaku transportasi laut harus benar-benar memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang berisiko menganggu keselamatan pelayaran. Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama,” kata Faisal, mengutip siaran pers BMKG, Rabu (26/11).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis tanggal 26 November 2025 pukul 01.00 WIB, sistem ini masih berada di dekat perairan timur Aceh dan memicu pertumbuhan awan hujan yang meluas.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan lebat hingga ekstrem disertai angin kencang di wilayah pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

“Peluang bibit ini berkembang menjadi siklon tropis cukup tinggi dalam 24 jam ke depan, mengingat teridentifikasi adanya peningkatan angin kencang hingga lebih dari 35 knot (65 km/jam), sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat,” ujar Guswanto.

Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan, dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon 95B akan memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di wilayah Indonesia terutama di sekitar Aceh dan Sumatera Utara.

Hasil analisis BMKG, sistem ini berpotensi menimbulkan hujan lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara, serta sebagian wilayah di Sumatra Barat dan Riau; dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumatera bagian Utara.

Bibit Siklon 95B berpotensi menimbulkan gelombang tinggi (2.5-4.0 m) di Selat Malaka bagian Tengah, Perairan Timur Sumatra Utara, serta Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias. Sementara itu, gelombang sedang (1.25-2.5 m) berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Perairan Rokan Hilir, Dumai-Bangkalis.

BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh terhadap pergerakan sistem ini. BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, kata Andri.

Exit mobile version