Darilaut – Topan (typhoon) Jangmi telah menjadi siklon ekstratropis (Extropical Low) di Samudra Pasifik, pada Kamis (4/6) pagi.
Sistem ini membawa hujan lebat di wilayah metropolitan Tokyo. Jangmi pada Kamis pagi dengan jarak 530 km timur-timur laut Tokyo dan telah menjauh dari Jepang.
Tekanan udara pada pusatnya 986hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
Jangmi, topan Jepang nomor 6, mengarah ke timur-timur laut dengan kecepatan 45 km per jam (25 knot).
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir Jangmi telah bergerak ke timur-timur laut dengan kecepatan 56 km per jam (30 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 9,1 meter (30 kaki), kata JTWC.
Sistem ini saat ini menjadi ekstratropis, menurut JTWC, karena melintasi zona baroklinik di utara. Data model menunjukkan penyelesaian transisi ekstratropis (ETT) dalam 12 jam ke depan, dengan peningkatan adveksi suhu yang signifikan dan Jangmi menunjukkan karakteristik frontal.
Analisis JTWC lainnya menunjukkan lingkungan yang semakin tidak menguntungkan dengan suhu permukaan laut yang dingin (21–22°C), tidak ada kandungan panas laut residual, dan peningkatan geser angin yang saat ini diperkirakan mencapai 75–85 km per jam (40–45 knot).



