Darilaut – Badai Sonca saat mendekati dan mendarat di Vietnam tengah membawa hujan lebat. Hujan ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Mengutip Viet Nam News Sabtu (15/10) badai Sonca menyebabkan banjir terburuk dalam satu dekade di Nẵng.
Setelah melemah dari badai tropis menjadi sistem tekanan tropis rendah, Sonca masih membuang curah hujan hingga 800 mm di banyak daerah.
Banjir terjadi dari Quảng Trị hingga Phú Yên dan provinsi di sisi utara wilayah Dataran Tinggi Tengah, pada Jumat (14/10) malam.
Kota Nẵng mencatat hampir 600 mm hujan pada Jumat malam, membuat sebagian besar kota terendam air. Di beberapa daerah, banjir menggenangi pemukiman penduduk setinggi satu meter.
Pemerintah menerima banyak panggilan darurat dari orang-orang yang tinggal di daerah yang terdampak banjir. Warga menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi tentang situasi daerah mereka dan meminta bantuan.
Pemerintah setempat mengerahkan tim untuk mengevakuasi warga ke tempat-tempat aman sepanjang malam.
Di Jalan 4 di Kawasan Industri Hòa Khánh, sekelompok orang harus memanjat tiang listrik untuk menghindari agar tidak hanyut sebelum diselamatkan.
Banyak pengguna jalan yang terjebak banjir naik ke atap mobil sambil menunggu untuk diselamatkan.
Ini adalah banjir terparah di kota itu selama satu dekade terakhir.
Ribuan Pembangkit Listrik Rusak
Banjir juga menghancurkan sekitar 7,5 hektar tanaman, sementara 2.524 pembangkit listrik rusak. Kerusakan ribuan pembangkit listri ini telah mempengaruhi sekitar 206.000 pelanggan. Dari jumlah, sejauh ini, 1.032 di antaranya telah diperbaiki.
Viet Nam News melaporkan pada Sabtu pukul 05.00 pagi, banjir terlihat di semua distrik dan lingkungan, menenggelamkan jalan-jalan dan rumah-rumah, memaksa penduduk setempat untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.
Banjir tersebut menewaskan seorang warga setempat, sementara seorang warga di Daerah Hoà An, Distrik Cẩm Lệ yang tersapu oleh air banjir berhasil diselamatkan.
Saat ini, pemerintah tengah fokus mengatasi dampak banjir.
Sekretaris Komite Partai kotamadya Nguyễn Văn Quảng menuntut pemerintah setempat untuk berkonsentrasi pada pembersihan jalan, memastikan pasokan makanan dan air bagi orang-orang di daerah banjir, dan mencegah penyakit.
Hujan deras dengan curah hujan 80-150mm dan bahkan 220mm diperkirakan akan berlanjut di Nẵng hingga 16 Oktober, meningkatkan permukaan air di sungai-sungai terdekat, yang menyebabkan risiko tinggi banjir bandang dan tanah longsor.
Sementara itu, banjir telah mengisolasi banyak daerah di provinsi tengah Quảng Trị dan menghambat lalu lintas di banyak jalan utama.
Sonca Mendarat di Vietnam
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Sabtu Sonca telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 31 km per jam (17 knot) selama 6 jam terakhir.
Analisis satelit dan radar menunjukkan bahwa Sonca telah mendarat di tenggara Da Nang, Vietnam.
Citra inframerah menunjukkan area konveksi flaring yang meliputi Thailand timur, Laos selatan, dan Vietnam tengah di pusat sirkulasi tingkat rendah (LLCC).
Pergeseran ini disebabkan oleh aliran angin tingkat atas yang kuat (45-50 knot) dari timur-timur laut.
Radar menunjukkan LLCC di sebelah timur pantai Vietnam dengan bilah angin 55 km/jam (30 knot) di tepi utara dan duri angin 45 km/jam (25 knot) di tepi selatan.
Pengamatan dari Da Nang melaporkan 35 km per jam (19 knot) dengan hembusan 55 km per jam (31 knot).
Sonca akan melemah intensitasnya saat transit ke barat-barat laut melewati daerah pegunungan Vietnam dan Laos.
Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) Sabtu menginformasikan, pada pukul 09.00 pagi Sonca dengan kekuatan siklon tropis bergerak ke barat dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot). Tekanan udara pusat 1004 hPa (hektopaskal).
Sumber: Viet Nam News (Vietnamnews.vn), Zoom.earth/JTWC dan Badan Meteorologi Jepang/JMA
