Darilaut – Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara, Samudra Pasifik barat, pada Kamis (16/4).
Sinlaku telah bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 10,7 meter (35 kaki).
Menurut JTWC dalam 60 jam sistem ini diperkirakan akan sangat asimetris dengan karakteristik tropis yang terbatas. Sinlaku diperkirakan akan sepenuhnya menyatu dengan jet aliran udara atas dan menyelesaikan siklus transisi mata badai (ETT) dalam 3 hari.
Mengenai intensitas, kata JTWC, Sinlaku diperkirakan akan terus mengalami pelemahan. Jika Sinlaku gagal menyelesaikan siklus penggantian dinding mata badai dan kembali menguat sebelum mengalami penurunan yang signifikan.
Fase pelemahan awal dari siklus penggantian dinding mata badai dapat memperburuk perkiraan penurunan kekuatan badai.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Sinlaku dengan kekuatan topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon).
Sistem ini bergerak lambat ke utara. Tekanan udara pada pusatnya 945 hPa (hektopaskal), kata JMA.
Sinlaku mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 45 meter per detik (85 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (120 knot).



