Selasa, Oktober 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

redaksi
16 April 2026
Kategori : Berita
0
Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Topan Super Sinlaku pada Selasa (14/4) malam. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara, Samudra Pasifik barat, pada Kamis (16/4).

Sinlaku telah bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 10,7 meter (35 kaki).

Menurut JTWC dalam 60 jam sistem ini diperkirakan akan sangat asimetris dengan karakteristik tropis yang terbatas. Sinlaku diperkirakan akan sepenuhnya menyatu dengan jet aliran udara atas dan menyelesaikan siklus transisi mata badai (ETT) dalam 3 hari.

Mengenai intensitas, kata JTWC, Sinlaku diperkirakan akan terus mengalami pelemahan. Jika Sinlaku gagal menyelesaikan siklus penggantian dinding mata badai dan kembali menguat sebelum mengalami penurunan yang signifikan.

Fase pelemahan awal dari siklus penggantian dinding mata badai dapat memperburuk perkiraan penurunan kekuatan badai.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Sinlaku dengan kekuatan topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon).

Sistem ini bergerak lambat ke utara. Tekanan udara pada pusatnya 945 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sinlaku mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 45 meter per detik (85 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (120 knot).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: JTWCKepulauan Mariana UtaraTopan Sinlaku
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Next Post

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Postingan Terkait

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

20 Oktober 2026
Penangkapan Tidak Berkelanjutan, 10 Tahun Lagi Ikan Nike Menghilang di Perairan Gorontalo

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

20 Oktober 2026

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Area Hutan dan Lahan Terbakar di Indonesia Tahun 2026 Hampir 2 Juta Hektare

Singapura Memiliki Otoritas Memberi Sanksi Penyebab Polusi Asap Lintas Batas

32 perusahaan di 7 Provinsi Kena Sanksi Administratif dan Proses Pidana Kebakaran Hutan

Dua Gunung Es Antartika Terlepas, Hanyut Ribuan Kilometer Menuju Georgia Selatan

Next Post
Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

TERBARU

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Area Hutan dan Lahan Terbakar di Indonesia Tahun 2026 Hampir 2 Juta Hektare

Singapura Memiliki Otoritas Memberi Sanksi Penyebab Polusi Asap Lintas Batas

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis Akan Berkembang di Selatan Barat Daya Bengkulu

Siklon Tropis Hayley Menguat Menjadi Kategori 2, Bawa Dampak Cuaca Ekstrem di Bali Hingga NTT

Banjir dan Tanah Longsor di Rio de Janeiro Brasil Menewaskan 14 Orang

Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Tengah, di Pekalongan Dua Warga Meninggal Karena Banjir

Cuaca Ekstrem, Nakhoda Waspadai Gelombang Tinggi

85 Kejadian Banjir dan 20 Tanah Longsor di Awal Tahun 2021

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.