Badai Tropis Doksuri Terbentuk di Laut Filipina

Badai tropis (Tropical Storm) Doksuri di Laut Filipina, Kamis (21/7). GAMBAR: HONG KONG OBSERVATORY

Darilaut – Badai tropis (Tropical Storm) Doksuri telah terbentuk di Laut Filipina, Samudra Pasifik, Kamis (21/7) .

Pada Kamis malam, menurut Observatorium Hong Kong, badai tropis Doksuri berpusat sekitar 1210 kilometer sebelah timur Manila.

Sistem diperkirakan bergerak ke barat-barat laut secara perlahan melintasi timur Filipina.

Siklon tropis Doksuri diperkirakan akan bergerak menuju laut timur Luzon dalam beberapa hari ke depan dan meningkat secara bertahap.

Doksuri dengan nama lokal Filipina “Egay” diperkirakan akan meningkat dalam 12 jam ke depan menjadi Badai Tropis, kata Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), dalam buletin yang dikeluarkan Kamis pukul 17.00, waktu setempat.

Egay diperkirakan akan bergerak secara umum ke barat laut hingga Minggu (23/7) malam sebelum berbelok ke barat laut di atas Laut Filipina di timur Luzon.

Sementara prakiraan lintasan saat ini menunjukkan bahwa Egay akan tetap berada di atas perairan timur Luzon.

Lokasi pusat depresi tropis Egay diperkirakan berdasarkan semua data yang tersedia 835 km sebelah timur Luzon Tenggara.

Sistem ini, kata PAGASA Bergerak ke barat barat laut dengan kecepatan 20 km per jam.

Buletin informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Jepang (JMA) Kamis pukul 18/45, Doksuri

Dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang.

Tekanan udara pusat 1002 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur laut 440 km (240 NM) dan barat daya 330 km (180NM).

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) 98W (Egay) memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Suhu permukaan laut tetap kondusif pada suhu hangat 29-30°C. Model prakiraan setuju bahwa 98W akan terus berkonsolidasi karena umumnya bergerak ke arah barat laut selama 1 hingga 2 hari ke depan.

Sumber: Hong Kong Observatory, PAGASA/Filipina, Japan Meteorological Agency/JMA, dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version