Fase penguatan kedua akan dimulai setelah sistem ini memperoleh kecepatan yang cukup dan terus bergerak di atas perairan dengan suhu permukaan laut yang sangat hangat.
Menurut JTWC dinamika internal siklon tropis ini sulit diprediksi dan menimbulkan ketidakpastian tambahan terkait intensitas. Oleh karena itu, prakiraan JTWC menetapkan tingkat intensitas yang sama untuk periode 4 hari hingga 5 hari ke depan.
Hampir semua model prakiraan saat ini menunjukkan pergerakan berbelok ke arah barat dalam 2 hari ke depan.
HAFS-A dan COAMPS-TC memprediksi In-fa akan menguat hingga mencapai 220–240 km per jam (120–130 knot) dalam 36 jam.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan In-fa bergerak ke utara barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot).
Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 992 hPa (hektopaskal), dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 meter per detik (60 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 45 meter per detik (85 knot).
Menurut JTWC area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 75 km (40 NM), sedangkan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 220 km (120 NM).




