Badai Tropis Karding Bergerak Menuju Luzon Utara, Filipina

Trek lintasan Badai Tropis Karding dari Laut Filipina menuju Luzon dan Laut Cina Selatan. GAMBAR: PAGASA

Darilaut – Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) diprediksi akan mendarat di Luzon Utara, Filipina. Saat ini badai tropis dengan nama Filipina “Karding” ini berada di Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat.

Menurut PAGASA (Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina atau Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration) trek Badai Tropis Karding akan mulai bergerak perlahan ke arah barat pada sore atau malam hari ini.

Dalam buletin PAGASA yang dikeluarkan Kamis (22/9) pukul 17.00, di jalur prakiraan, siklon tropis diperkirakan akan mempertahankan pergerakannya ke arah barat sambil mempercepat hingga mendarat di sekitar pantai timur Isabela atau Cagayan pada hari Minggu (25/9).

Setelah itu, kata PAGASA, Karding akan melintasi medan kasar Luzon Utara sebelum muncul di atas Laut Filipina Barat pada hari Senin (26/9).

Karding meningkat menjadi badai tropis pada pukul 14.00 hari ini, kata PAGASA. Siklon tropis ini diperkirakan terus meningkat saat bergerak di atas Laut Filipina dan dapat mencapai kategori badai tropis yang parah sebelum mendarat.

Mata (pusat) Badai Tropis “Karding” diperkirakan berdasarkan semua data yang tersedia di 1.320 km Timur Luzon Utara (17.9 °LU – 134.2 °E).

Karding dapat membawa hujan lebat angin kencang di Luzon Utara dan Tengah mulai Sabtu malam atau Minggu pagi. Selain itu, gelombang laut setinggi 1,2 hingga 3,8 meter.

Forecasters Internasional dan Ahli Meteorologi Senior AccuWeather, Jason Nicholls, melalui akun Twitter @jnmet, Kamis, mengatakan Karding diperkirakan akan berdampak di Luzon akhir pekan ini. Kemudian Pulau Hainan Island dan Vietnam awal minggu depan.
Karding terbentuk dari bibit siklon tropis 95 W di Laut Filipina.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Badai Tropis 18W (Karding) setelah 12 jam, akan berlanjut ke arah barat sambil perlahan meningkat hingga 75 km per jam (40 knot) dalam 3 hari ke depan.

Penguatan bertahap tersebut karena kondisi yang sedikit menguntungkan yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang hangat (29 – 30 ° C), geseran angin sedang (10 – 15 knot) dan aliran keluar radial yang lemah.

Setelah 3 hari, 18W akan mendarat di Luzon, yang kemudian akan mengakibatkan penurunan intensitas karena interaksi darat yang singkat.

Diperkirakan, dalam 4 sampai 5 hari ke depan, sistem ini akan bergerak kembali di atas air ke Laut Cina Selatan terus bergerak ke barat.

Sistem ini membawa gelombang laut dengan tinggi maksimum 4,3 meter.

17 W

Sementara siklon tropis yang baru terbentuk diperkirakan kembali akan mendarat di wilayah pesisir Pulau Honshu, Jepang.

Siklon tropis tersebut berkembang dari bibit 94W dari Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat tersebut, kemudian mengarah ke utara timur laut, barat laut dan utara barat laut.

Sistem kemudian membentuk Depresi Tropis 17 W dan diperkirakan menjadi badai tropis Jumat (23/9).

JMA menginformasikan Kamis (22/9) pada pukul 15.00 waktu setempat, sistem dengan kekuatan siklon tropis ini berada pada posisi tengah (derajat) 26.9 N – 136.5 E.

Sistem ini bergerak ke barat laut dengan kecepatan 25 km per jam (13kno) dan tekanan udara pusat 1004 hPa.

Prediksi pada Jumat kekuatan sistem ini menjadi siklon tropis yang berkembang. Bergerak ke barat laut dan tekanan udara pusat 1000 hPa.

Begitu pula pada Sabtu (24/9) kekuatan siklon tropis yang berkembang ini bergerak ke Timur Laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot).

JTWC mengatakan Depresi Tropis 17W terletak 533 km barat-barat laut Iwo To.

Selama 6 jam terakhir sistem ini telah bergerak ke barat laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot).

Diperkirakan kondisi lingkungan sedikit menguntungkan yang dicirikan suhu permukaan laut yang hangat (28 – 29°C), dan arus keluar kutub yang kuat disebabkan palung tingkat atas, yang terletak di barat laut 17W.

Saat sistem mendekati pantai Jepang, diperkirakan akan mulai menghadapi geseran tingkat rendah yang lebih kuat sebelum mendarat di daratan Honshu, dekat kota Tahara, Prefektur Aichi, Jepang hanya setelah 36 jam.

17W akan berlanjut di jalur timur laut di atas tanah dan menghadapi medan yang kasar, di mana intensitasnya akan berkurang dengan cepat dan kemungkinan menghilang dalam 2 hingga 3 hari di atas tanah. Namun, masih ada sedikit peluang bagi sistem untuk menghilang di atas air.

Sumber: PAGASA/Filipina, Badan Meteorologi Jepang/JMA, dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version