Badai Tropis Mawar Akan Mendarat di Okinawa

Jalur lintasan Mawar yang diperkirakan akan mendarat di Okinawa, Jepang, berdasarkan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), Badan Meteorologi Jepang (JMA), dan layanan satelit layanan Zoom.earth. GAMBAR: PAGASA, ZOOM.EARTH DAN JMA

Darilaut – Badai tropis (Tropical Storm) Mawar yang sebelumnya dengan kekuatan topan (typhoon) diperkirakan akan mendarat di Okinawa, Jepang.

Trek lintasan Badan Meteorologi Jepang (JMA), layanan Zoom.earth/ Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), dan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), menempatkan pusat badai Mawar akan mendarat di Okinawa.

Informasi pada layanan peta PAGASA Kamis (1/6) sore jalur pusat badai Mawar dengan nama lokal Filipina Betty telah keluar dari Area Tanggung Jawab Filipina (PAR).

Badai tropis ini diperkirakan dapat mendarat atau melintas sangat dekat dengan Pulau Okinawa malam ini atau Jumat (2/6) dini hari, kata PAGASA.

Selama enam jam terakhir, menurut JTWC, Mawar terletak 319 km barat daya Pangkalan Udara Kadena, dan bergerak ke utara-timur laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).

Kadena Air Base adalah basis udara Amerika Serikat yang terletak di Kadena dan Chatan di Kota Okinawa, Prefektur Okinawa, Jepang.

Sistem membawa gelombang dengan tinggi maksimum 7,9 meter (26 feet).

Mawar dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang ekstrem mengarah ke utara timur-laut dengan kecepatan 15 km per jam, kata Badan Meteorologi Jepang, tekanan udara pusat 975 hPa (hektopaskal).

Bersiap Menghadapi Badai

Penduduk di Okinawa telah bersiap dengan badai tropis Mawar. Mengutip The Associated Press banyak penduduk di ibu kota prefektur Naha di pulau utama Okinawa, tempat sekitar 20.000 pasukan Amerika Serikat bermarkas, tampak tidak khawatir, bahkan saat mereka mengambil tindakan pencegahan.

Seorang nelayan, Tatsunori Yamashiro, berusia 76 tahun, mengaku tidak terlalu khawatir dengan badai tersebut.

“Yang bisa saya lakukan sekarang adalah menunggu,” katanya sambil duduk di perahu nelayannya, yang telah diikat dengan aman ke fasilitas pelabuhan.

Yamashiro mengatakan Mawar bisa menyebabkan kerusakan jika menghantam Okinawa saat dengan kekuatan topan.

“Sekarang melemah, dan karena suhu air di sekitar Okinawa tidak terlalu tinggi, maka akan terus menyusut,” ujarnya.

Nelayan lain di Okinawa, Ryo Niinuma, 27 tahun, mengatakan mengikat perahunya dan melapisi sisi-sisinya agar tidak terbentur perahu di sebelah.

“Kami sudah terbiasa dengan angin topan,” katanya. “Yang ini tampaknya agak awal tahun ini, tapi kami pernah memiliki yang lebih besar di masa lalu.”

Orang-orang di Okinawa telah bersiap menghadapi topan yang mendekat ketika sirene peringatan membangunkan mereka pada Rabu untuk mengingatkan mereka akan peluncuran roket Korea Utara.

Para pejabat mendesak orang-orang untuk tinggal di dalam rumah atau berlindung di bawah tanah jika ada puing-puing yang berjatuhan.

Roket itu gagal dan tidak mendekati Jepang, tetapi penduduk yang sudah cemas akan topan mengatakan itu menambah stres mereka.

Militer AS, yang memiliki pasukan yang ditempatkan di berbagai fasilitas di Okinawa, akan mengambil tindakan persiapan saat badai mendekat, tergantung kebutuhan, kata Kapten Brett Dornhege-Lazaroff, juru bicara Pasukan Ekspedisi Marinir ke-3 di Okinawa.

“Instalasi kami melacak badai dengan cermat,” katanya.

Mawar menyerang Guam minggu lalu, menjadi topan terkuat yang menghantam wilayah Pasifik AS dalam lebih dari dua dekade, membalikkan mobil, merobek atap, dan mematikan listrik.

Di Filipina, lebih dari 8.000 orang telah dievakuasi dari masyarakat yang rawan banjir dan tanah longsor ke tempat penampungan darurat atau rumah kerabat, tetapi banyak yang kembali ke rumah pada hari Rabu saat cuaca mulai cerah. Tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan.

Sumber: PAGASA/Filipina, Zoom.earth/JTWC, Badan Meteorologi Jepang/JMA, dan The Associated Press (apnews.com)

Exit mobile version