Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Nalgae dengan nama Filipina “Paeng” telah terbentuk di Laut Filipina, Samudra Pasifik barat, Kamis (27/10) pagi.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menginformasikan pada Kamis pukul 12.00, Nalgae dengan kekuatan (jenis) siklon tropis yang berkembang, bergerak ke barat-barat daya dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot). Tekanan udara pusat 998 hPa (hektopaskal), kata JMA.
Menurut Observatorium Hong Kong Depresi Tropis Nalgae yang telah meningkat menjadi badai tropis, pada Kamis siang berpusat sekitar 1140 kilometer timur-tenggara Manila.
Siklon Tropis Nalgae yang saat ini berada di laut timur Filipina diperkirakan akan meningkat secara bertahap, dan bergerak menuju sekitar Luzon dalam beberapa hari ke depan.
Dalam buletin Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina, Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), yang dikeluarkan Kamis pukul 11.00 waktu setempat, badai tropis Paeng diperkirakan akan mencapai kategori badai tropis parah dalam waktu 24 jam dan dapat meningkat menjadi topan pada hari Sabtu (29/10).
Intensifikasi yang cepat dalam 72 jam ke depan tidak dikesampingkan, tulis PAGASA. Paeng meningkat menjadi badai tropis pada Kamis pukul 08.00 pagi. Intensifikasi lebih lanjut mungkin terjadi saat bergerak di atas perairan hangat Laut Filipina.
Menurut PAGASA badai tropis Paeng diperkirakan bergerak menuju barat laut di atas Laut Filipina hingga Minggu sambil bergerak menuju bagian tengah atau utara Luzon.
Di jalur perkiraan, kata PAGASA, Paeng dapat melewati dekat Catanduanes pada hari Sabtu dan skenario pendaratan dimungkinkan pada hari Minggu (30/10) di salah satu wilayah pesisir di sepanjang bagian timur Luzon Tengah atau Lembah Cagayan daratan.
Mempertimbangkan pergeseran baru-baru ini di jalur perkiraan, kemungkinan pergeseran ke selatan di area pendaratan yang mungkin (yaitu, menuju bagian timur Luzon Selatan) tidak dikesampingkan saat ini.
Badai tropis Paeng memberikan dampak langsung seperti curah hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Filipina.
Begitu pula dengan kondisi perairan, efek gabungan dari gelombang Muson Timur Laut dan siklon tropis yang mendekat juga dapat membawa gelombang dengan tinggi diperkirakan 1,5 hingga 3,5 m di atas pesisir timur Mindanao.
Dalam enam jam terakhir, Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan Depresi Tropis 26W (Paeng) terletak 715 km barat laut Koror, Palau, dan telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).
Kondisi yang menguntungkan akan memicu intensifikasi yang stabil ke puncak 140 km per jam (75 knot) dalam 2 hari ke depan, dan mungkin lebih tinggi, kata JTWC.
Setelah mendarat, interaksi dengan medan Luzon yang kasar akan menguranginya menjadi 100 km per jam (55 knot).
Selanjutnya diperkirakan akan meningkat kembali menjadi 110 km per jam (60 knot) setelah keluar ke perairan hangat Laut Cina Selatan dan ke Selat Luzon.
Sistem ini menurut JTWC diperkirakan memberikan dampak pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 3 meter (10 feet).
Sementara Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Siklon Tropis Nalgae yang berada di Laut Filipina membentuk daerah peningkatan kecepatan angin (low level jet) hingga lebih dari 25 knot yang terpantau dari Laut China Selatan hingga Filipina bagian utara, serta dari Laut Sulawesi dan Filipina bagian utara hingga Laut Filipina.
Dalam pembaruan yang dikeluarkan Kamis pukul 12.35 WIB, menurut Deputi Bidang Meteorologi, sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut China Selatan, dari utara Kalimantan utara hingga Laut Sulu, dari Laut Sulawesi hingga Filipina bagian selatan, dan di Samudra Pasifik utara Maluku Utara.
Kemudian daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut China Selatan, utara Kalimantan Utara dan Laut Sulu, Laut Sulawesi, Laut Filipina, dan Samudra Pasifik utara Papua.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet, konvergensi/ konfluensi tersebut,” tulis Deputi Bidang Meteorologi.
Sumber: Badan Meteorologi Jepang/JMA, Hong Kong Observatory (hko.gov.hk), PAGASA/Filipina, Zoom.earth/JTWC dan BMKG
