Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Nuri terbentuk di dekat Yap, Samudra Pasifik barat, pada Rabu (11/3).
Nuri –topan no 2 Jepang—saat ini terletak 160 km di utara barat laut Yap, 780 km barat daya Guam atau 534 km timur laut Palau.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Nuri bergerak lambat, mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 998hPa (hektopaskal).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di barat-laut 220 km (120 NM) – tenggara 165 km (90 NM), kata JMA.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) siklon tropis NURI memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga 12 Maret 2026 pukul 07.00 WIB terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Maluku, Samudera Pasifik Utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudra Pasifik utara Maluku.
Siklon Tropis Nuri berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W dan mencapai intensitas siklon tropis pada 11 Maret 2026 di Samudra Pasifik utara Papua.
Nuri telah bergerak ke arah timur dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC). Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,3 meter (14 kaki).
Nuri diperkirakan akan bergerak ke arah timur laut. Saat sistem bergerak ke arah timur laut selama 2 hari ke depan, interaksi berkelanjutan dengan massa udara yang lebih dingin dan kering yang terletak tepat di barat laut akan mengikis pusaran permukaan.
Kondisi ini, menurut JTWC, akan membuka pusat sirkulasi tingkat rendah menjadi palung permukaan yang memanjang pada akhir periode perkiraan sebelum transisi ekstratropis terjadi.
Mengenai intensitas Nuri, sistem ini akan intensif hingga 65 km per jam (35 knot) dalam 36 jam karena pusaran secara bertahap sejajar secara vertikal dengan konveksi dalam yang terkait.
