Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Penha telah mendarat di Bayabas, Surigao del Norte, Pulau Mindanao, pada Kamis (5/2) malam pukul 23.50 waktu setempat.
Penha dengan nama Filipina “Basyang” telah mendarat dan “sekarang berada di atas Agusan Del Norte,” kata Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) dalam bulletin informasi yang dikeluarkan Jumat (6/2) dini hari.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Penha memberikan dampak terhadap cuaca dan wilayah perairan Indonesia.
Siklon tropis Penha memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga 6 Februari 2026 pukul 19.00 WIB berupa hujan dengan intensitas sedang – lebat di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Angin Kencang di Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.
Tinggi Gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua, perairan Kepulauan Sangihe dan Laut Sulawesi bagian timur.
Gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik Uara Maluku, kata BMKG.
PAGASA mengatakan setelah melintasi daratan Mindanao, Basyang diperkirakan akan melintasi Laut Bohol pagi ini dan melewati dekat atau mendarat lagi di bagian selatan Cebu dan Negros Oriental.
Pada Jumat malam, badai akan muncul di Laut Sulu kemudian melintasi bagian utara Palawan antara Sabtu siang dan malam, kata PAGASA.
Sistem ini sedikit melemah karena interaksi dengan daratan, tetapi kemungkinan akan tetap menjadi badai tropis.
Penha — Topan Jepang Nomor 2 — telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,2 meter (17 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC).
Penha diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut selama 12 jam ke depan.
JTWC mengtakan intensitas Penha diperkirakan akan mendekati intensitas maksimum (40 knot), kemudian memulai fase pelemahan.
Hal ini karena interaksi topografi di Mindanao dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
