Badai Tropis Saudel Mendekati Guam dan Kepulauan Mariana Utara

Badai Tropis (Tropical Storm). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Saudel yang terbentuk di dekat Mikronesia, Samudra Pasifik, saat ini mendekati Guam dan Kepulauan Mariana Utara, pada Kamis (20/8) sore.

Siklon tropis ini secara umum bergerak ke barat laut dan diperkirakan akan melintas di utara Kepulauan Mariana Utara dan mengarah ke selatan Jepang.

Saudel –topan Jepang nomor 18 – pada Kamis sore bergerak ke barat dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot).

Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 992hPa (hektopaskal).

Saudel mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 23 meter per detik (45 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (65 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di selatan 330 km (180 NM) dan utara 280 km (150 NM), kata JMA.

Saudel telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 4,9 meter (16 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Setelah sempat bergeser ke arah barat tanggal 20, Saudel kembali bergerak ke arah barat laut.

Pergeseran ke arah barat ini membuat radius angin kencang menjadi lebih dekat dengan Saipan dan Tinian.

JTWC mengatakan terdapat ketidakpastian prakiraan yang signifikan akibat potensi interaksi dengan depresi monsun (kode 94W di Laut Filipina) pada periode jangka panjang.

Sistem ini, menurut JTWC, mulai menunjukkan tanda-tanda organisasi, dengan munculnya konveksi baru yang melingkar masuk ke pusat sirkulasi tingkat rendah. Kondisi lingkungan di depan sistem ini akan sangat mendukung terjadinya intensifikasi.

Dalam 12 jam ke depan, geseran angin (wind shear) akan mereda hingga di bawah 20 km per jam (10 knot). Pada saat yang sama, sistem ini akan bergerak melintasi wilayah dengan kandungan panas laut yang tinggi dan mulai memanfaatkan saluran aliran keluar (outflow) ke arah kutub yang dipicu oleh palung tekanan rendah (trough) di lapisan atas.

Faktor-faktor ini akan mendukung perkembangan yang stabil dalam waktu dekat seiring dengan proses aksisimetrisasi sirkulasi, yang kemudian diikuti oleh periode intensifikasi cepat setelah 12 jam hingga mencapai puncak kecepatan 220 km per jam (120 knot) pada hari ketiga.

Hampir semua alat bantu prakiraan intensitas menunjukkan adanya penguatan yang signifikan.

Exit mobile version